Apa itu Barang OEM? Ini Penjelasannya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Barang OEM adalah komponen atau produk yang dibuat oleh sebuah perusahaan untuk dipasang dalam produk jadi milik perusahaan lain. Istilah OEM singkatan dari Original Equipment Manufacturer, yaitu produsen yang memasok bagian tertentu kepada merek lain tanpa menjual langsung ke konsumen akhir.
Menurut laman Investopedia, pola ini banyak ditemukan pada industri otomotif dan teknologi. Pembeli komponen OEM akan merakit, menambahkan nilai, lalu menjual produk akhirnya dengan merek sendiri. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Pengertian Barang OEM dalam Rantai Pasok
Dalam rantai pasok, barang OEM berposisi sebagai bahan atau bagian yang diproduksi untuk melengkapi produk lain. Contohnya, produsen komponen elektronik yang memasok pembuat televisi high-definition. Contoh lain adalah pemasok kancing bermonogram khusus yang dipakai merek pakaian Ralph Lauren.
Selanjutnya di sektor otomotif, sistem knalpot atau silinder rem diproduksi oleh OEM, lalu dijual ke pabrikan mobil. Pabrikan merakitnya menjadi kendaraan utuh, kemudian dipasarkan lewat dealer hingga sampai ke konsumen.
OEM umumnya juga mengutamakan bidang tertentu, seperti komponen elektronik, suku cadang otomotif, atau peralatan medis. Spesialisasi ini membuat OEM mampu memproduksi dalam skala besar dengan kualitas yang konsisten.
Perbedaan Barang OEM dengan Aftermarket dan ODM
Barang OEM sering dibandingkan dengan suku cadang aftermarket. Aftermarket merupakan komponen pengganti yang diproduksi oleh pihak ketiga, bukan pabrikan asli, dan biasanya dirancang agar sesuai dengan spesifikasi OEM.
Namun dari segi harga, barang OEM cenderung lebih mahal karena dibuat dengan spesifikasi yang presisi dan konsisten. Sementara itu, beberapa produk aftermarket menawarkan kualitas yang sebanding dengan harga lebih terjangkau. Meski begitu, kualitas dan garansi produk aftermarket dapat berbeda-beda.
Selain aftermarket, OEM juga sering disamakan dengan ODM (Original Design Manufacturer). Keduanya memiliki perbedaan dalam proses produksi.
ODM merancang sekaligus memproduksi barang berdasarkan kebutuhan klien, kemudian klien menjualnya menggunakan merek sendiri. Skema ini dapat menghemat biaya riset dan pengembangan serta menawarkan jumlah minimum pemesanan rendah sehingga cocok bagi bisnis kecil.
Keuntungan dan Pertimbangan Memakai Barang OEM
Menurut laman Zebra, kerja sama dengan OEM memberi tiga keuntungan utama bagi perusahaan pembeli, yaitu:
Menghemat Biaya Produksi: Perusahaan tidak perlu membangun pabrik, membeli mesin, atau menanggung biaya riset dan tooling. OEM sudah memiliki fasilitas, proses produksi, dan jaringan pemasok bahan baku, sehingga biaya per unit bisa lebih hemat.
Fokus pada Kompetensi Inti: Dengan menyerahkan proses produksi komponen kepada OEM, perusahaan bisa mengalihkan sumber daya ke desain, pemasaran, dan pengembangan produk.
Akses ke Teknologi dan Keahlian: OEM berada di garis depan perkembangan teknologi pada bidangnya. Perusahaan pembeli dapat memanfaatkan teknologi dan peralatan khusus tersebut tanpa harus berinvestasi dalam riset sendiri.
(FHK)
Baca juga: Apa Arti Kompatibel di HP? Ini Penjelasannya
