Peringati Hari Bumi 2026, FKIP Uhamka Gelar Aksi Lingkungan Kolaboratif

Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka)
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Uhamka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, dosen, tenaga kependidikan (Tendik), dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menggelar aksi lingkungan pada Kamis (24/4) di Greenhouse dan Taman FKIP Uhamka.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Biologi serta didukung oleh Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Geografi.
Rangkaian kegiatan meliputi penanaman bibit tanaman produktif dan tanaman hias di Greenhouse, aksi bersih dan perawatan Taman FKIP, edukasi zero waste lifestyle, hingga demonstrasi teknologi ramah lingkungan.
Rizkia Suciati, Ketua Prodi Pendidikan Biologi menegaskan, “Hari Bumi bukan hanya seremoni menanam pohon. Bagi kami di FKIP, ini adalah ruang praktik ecopedagogy. Calon guru harus mampu membawa isu lingkungan ke dalam kelas, karenabumi adalah laboratorium terbesar.” Ujarnya.
Dukungan lintas prodi memperkuat pesan tersebut. Meyta Dwi Kurniasih, Ketua prodi Pendidikan Matematika menambahkan, “Kami menampilkan visualisasi data jejak karbon kampus. Matematika membantu mahasiswa membaca realitas krisisiklim dengan angka, agar solusinya lebih terukur dan logis.” Sampainya.
Sementara itu, Feli Cianda Adrin Burhendi, Ketua Prodi Pendidikan Fisika menyampaikan, “Energi adalah isu kunci. Hari ini kami mendemonstrasikanpanel surya sederhana dan perhitungan efisiensi energi. Guru Fisika harus jadi pelopor transisi energi bersih di sekolah.” Tegasnya.
Ketua Prodi Pendidikan Geografi, Mushoddik, turut menuturkan, “Kami mengajak peserta memetakan ruang hijau kampus. Dengan memahami spasial, mahasiswa Geografi belajar bahwamenjaga bumi dimulai dari merawat lingkungan terdekat. Ini adalah literasi keruangan yang kontekstual.” Tuturnya.
Dekan FKIP Uhamka, Purnama Syae Purrohman yang hadir langsung mengapresiasi sinergi empat prodi tersebut. “Ini contoh Education for Sustainable Development yang konkret. FKIP Uhamka tidak hanya mencetak guru kompeten, tapi juga guru yang peduli dan bertanggung jawab pada bumi,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi “FKIP Uhamka Peduli Bumi” dan komitmen bersama pengurangan sampah plastiksekali pakai di lingkungan fakultas.
