Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMS Kembangkan 3 Ide Inovatif untuk Mitigasi Kebakaran Hutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UMS Kembangkan 3 Ide Inovatif untuk Mitigasi Kebakaran Hutan
zoom-in-whitePerbesar

SURAKARTA - Dua belas ide dan inovasi mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dipamerkan dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026 di Main Hall Fakultas Geografi UMS, 23-26 Oktober 2026. Beragam gagasan dihadirkan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, dan kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 12 ide inovasi tersebut adalah SIGAP, PEATSHIELD, OG Guard, QUATRACK, Geo Mengajar, GeoCarbon, PLOGVENTURE, RIPALERT, DRTLG, SIAGA ROB, DIGIT, dan EcoRoute-UMS. Melalui ajang ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mempresentasikan ide sekaligus menunjukkan bagaimana ilmu geografi dapat dikembangkan menjadi solusi nyata.

Di antara ide inovatif yang dipamerkan, ada 3 ide yang erat kaitannya dengan krisis kebakaran hutan yang kini dihadapi Indonesia. Pertama, PEATSHIELD yaitu sistem pemantauan lahan gambut berbasis IoT, GIS, dan AI untuk mendeteksi dini risiko kebakaran di Kalimantan. Kedua, Our Green Guard (OG Guard) berupa sistem geospasial untuk memantau hotspot, mencegah kebakaran hutan, dan mendukung restorasi vegetasi. Ketiga, GeoCarbon-Audit berupa sistem pemantauan karbon lahan gambut secara spasial-temporal menggunakan citra satelit dan analisis data untuk mengevaluasi emisi serta keberhasilan restorasi.

Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M., berharap GAIA 2026 dapat mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan di masyarakat. Melalui GAIA, kami berharap lahir ide inovasi yang bisa terus dikembangkan dan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya Senin, (26/10/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi pameran dan presentasi ide inovasi di hadapan dewan juri. Pada 23 Oktober 2026, GAIA juga memberikan penghargaan kepada ide inovasi unggulan dalam sejumlah kategori.

Tak berhenti di tingkat fakultas, pemenang terpilih akan dinominasikan untuk memperoleh dukungan pendanaan guna mengikuti International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2027 di Bangkok, Thailand. (Fika/Humas)