Konten dari Pengguna

Kanwil Ditjenpas DIY Sosialisasikan Program Pengelolaan Sampah di Lapas/Rutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sosialisasi pengelolaan sampah pada upt pemasyarakatan diy
zoom-in-whitePerbesar
sosialisasi pengelolaan sampah pada upt pemasyarakatan diy

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) menyelenggarakan Sosialisasi Teknis Pengelolaan Sampah Berbasis Pembinaan Kemandirian Warga Binaan melalui program GEMAS BERKELAS DIY (Gerakan Pemasyarakatan Bersama Kelola Sampah DIY), Selasa (27/10). Kegiatan yang berlangsung di Aula Semar Nawasena, Kanwil Ditjenpas DIY, ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan program pembinaan kemandirian Warga Binaan.

Kegiatan ini mengangkat praktik baik kerja sama antara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam pengelolaan sampah di Rutan Wirogunan Yogyakarta. Kolaborasi tersebut dinilai memberikan hasil efektif dalam mengatasi permasalahan sampah melalui pendekatan pengelolaan yang terencana dan melibatkan berbagai pihak. Dalam kegiatan ini, Rutan Yogyakarta diwakili oleh Tri Agung Arianto, A.Md.IP., S.H., M.Hum., M.Kn., sedangkan tim UNY diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Mujiyono, M.T., IPU., ASEAN Eng., bersama mahasiswa.

Kepala Bagian Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas DIY, Ina Purnaningati Saputro, menekankan pentingnya mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah perlu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan dapat memperoleh keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ina.

Sementara itu, Tri Agung Arianto memaparkan pengalaman Rutan Yogyakarta dalam mengembangkan pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan UNY. Pengalaman tersebut menjadi referensi untuk merancang model pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan Pemasyarakatan, dengan menyesuaikan kondisi dan potensi masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Berdasarkan praktik baik tersebut, direncanakan pengembangan prototipe model pengelolaan sampah bernama SATE JOS (Sistem Akselerasi Waste to Energy Jogja Olah Sampah). Model ini diproyeksikan untuk mendukung penerapan pengelolaan sampah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan di lingkungan Kanwil Ditjenpas DIY. Pengembangan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih sistematis sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai guna.

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Ditjenpas DIY berencana mengajukan kerja sama dengan UNY untuk penerapan model SATE JOS di Lapas dan Rutan wilayah DIY. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi Pemasyarakatan dan perguruan tinggi dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi GEMAS BERKELAS DIY, Kanwil Ditjenpas DIY mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan untuk memperkuat komitmen dalam mengelola sampah secara terarah dan bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan mampu mengubah pola pikir terhadap sampah, dari yang semula dianggap sebagai sisa yang tidak bernilai menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan, sekaligus mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.