Stafsus Menteri Apresiasi Prestasi Lapas Yogyakarta di Bidang Spiritual

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Ahmad Fanani, memberikan apresiasi atas prestasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan lapangan dengan didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Muhammad Ali Syeh Banna, Jumat (23/10/2026).
Salah satu capaian yang mendapat perhatian Ahmad Fanani adalah penghargaan "Spiritual and Mental Health Support in Chaplaincy" dari Rahmah Chaplaincy Indonesia yang diraih oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dalam mendukung pembinaan spiritual dan kesehatan mental di lingkungan Pemasyarakatan.
Ahmad Fanani menilai capaian tersebut mencerminkan pentingnya pendekatan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual warga binaan. Menurutnya, pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan merupakan bagian penting dalam membantu warga binaan menjalani proses perubahan perilaku.
"Penghargaan ini merupakan capaian yang patut diapresiasi. Pembinaan warga binaan tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan, tetapi juga harus menyentuh sisi mental dan spiritual. Kami berharap praktik baik seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi Lapas maupun Rutan lainnya," ujar Ahmad Fanani.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, menyampaikan bahwa apresiasi dari Staf Khusus Menteri menjadi motivasi bagi jajaran Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Ia menegaskan bahwa pembinaan yang humanis dan berkelanjutan merupakan salah satu kunci dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
"Kami menyambut baik apresiasi yang diberikan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa jajaran Pemasyarakatan memiliki komitmen untuk menghadirkan pembinaan yang bermakna. Kami ingin setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun karakter, dan memiliki kesiapan mental ketika kembali ke masyarakat," kata Ali.
Peninjauan lapangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ahmad Fanani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kunjungan ini, Kanwil Ditjenpas DIY berharap penguatan pembinaan berbasis pendekatan kemanusiaan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
