Rutan Jogja Petakan Bakat Warga Binaan untuk Bekal Reintegrasi Sosial.

Official Account of Rutan Jogja
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Humas Rutan Jogja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA, 07/10/2026 – Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Yogyakarta menggelar kegiatan asesmen minat dan bakat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mengusung tema "Gali Potensi, Tanam Kemandirian", langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi diri warga binaan sebagai bekal program pembinaan kemandirian, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan memperlancar proses reintegrasi sosial ke masyarakat.
Kegiatan asesmen yang berlangsung di Aula Rutan Jogja ini diikuti oleh puluhan warga binaan dengan pendampingan langsung dari tim pembina kerohanian dan keterampilan. Melalui asesmen ini, warga binaan diuji dan diwawancarai untuk mengetahui kecenderungan minat mereka, terutama di bidang pertanian, peternakan, perikanan, serta keterampilan tata boga dan kerajinan tangan.
Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Bapak Tri Agung Arianto menyampaikan bahwa program pembinaan tidak lagi sekadar pengisian waktu selama masa pidana, melainkan investasi sumber daya manusia agar warga binaan memiliki daya saing setelah bebas nanti.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang keluar dari Rutan Jogja memiliki keterampilan konkrit dan mental yang mandiri. Melalui asesmen ini, program pelatihan keterampilan yang kami berikan akan lebih tepat sasaran sesuai minat dan bakat masing-masing," ujarnya.
Selain fokus pada pembentukan karakter mandiri, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Hasil dari asesmen ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan budidaya tanaman pangan dan perikanan memanfaatkan lahan produktif di lingkungan Rutan.
Sektor ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama karena dinilai memiliki peluang usaha yang luas serta relevan untuk diterapkan warga binaan secara mandiri saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat kelak.
Salah satu warga binaan peserta asesmen mengaku bersyukur dan antusias mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, asesmen tersebut membantunya menemukan potensi diri yang selama ini belum tersalurkan secara positif.
Dengan adanya pemetaan minat dan bakat ini, Rutan Jogja optimistis dapat mencetak warga binaan yang produktif, berdaya guna, serta siap diterima kembali oleh masyarakat tanpa stigma negatif melalui reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
