Konten dari Pengguna

Tim Pakar Unismuh Pelajari Hilirisasi Teknologi Energi Terbarukan di POLINEMA

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Unismuh Makassar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Pakar Unismuh Pelajari Hilirisasi Teknologi Energi Terbarukan di POLINEMA
zoom-in-whitePerbesar

KABAR UNISMUH, MALANG — Tim Pakar/Pengkaji Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi Tahun 2026 yang diketuai dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Amrullah Mansida, S.T., M.T., ASEAN Eng., IPM., melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Jawa Timur, pada 25–28 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan mengkaji kelayakan Peralatan Monitoring Pembangkit Listrik Hibrid Surya-Angin sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 6 menuju level 7–9.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi Tahun 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Baca Juga: Gelar Kuliah Tamu Internasional Bidang Hukum, Unismuh Perluas Kerja Sama dengan Ateneo de Davao Filipina

Tim pakar melakukan diskusi langsung dengan para peneliti POLINEMA selaku inventor produk untuk memperoleh informasi mendalam mengenai spesifikasi teknis, potensi pasar, kelayakan keuangan, serta aspek hukum dan regulasi perangkat.

Informasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan laporan pra-studi kelayakan sekaligus rekomendasi pengembangan teknologi menuju tahap demonstrasi operasional, penerapan, dan pemanfaatan industri.

Ketua Tim Pakar, Amrullah Mansida, sebelumnya menegaskan bahwa pengembangan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan perangkat yang berfungsi secara teknis. Inovasi perguruan tinggi juga harus memiliki kesiapan untuk diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna.

“Peralatan monitoring ini kami arahkan bukan hanya menjadi produk teknologi yang berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk digunakan, dikembangkan, dan dikomersialisasikan. Karena itu, tim dibangun secara multidisipliner, mulai dari aspek teknis, pasar, keuangan, risiko, hingga regulasi,” ujar Amrullah dalam keterangannya pada 23 September 2026.

Dalami Kesiapan Teknologi dan Peluang Pasar

Kunjungan ke POLINEMA difokuskan pada pengumpulan data dan pendalaman berbagai aspek yang menentukan kesiapan teknologi untuk dikembangkan lebih lanjut. Tim pakar berdiskusi dengan inventor mengenai karakteristik produk, sistem kerja perangkat, hasil pengujian, serta kebutuhan pengembangan sebelum memasuki tahap penerapan yang lebih luas.

Peralatan Monitoring Pembangkit Listrik Hibrid Surya-Angin dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sistem pembangkit listrik yang mengintegrasikan sumber energi matahari dan angin. Perangkat tersebut diarahkan untuk menyediakan informasi operasional yang dapat dimanfaatkan dalam pemantauan, evaluasi, dan pemeliharaan pembangkit.

Dalam keterangan sebelumnya, Amrullah menjelaskan bahwa ketersediaan data menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengoperasian pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

“Sistem monitoring menjadi sangat penting karena pengelola membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui performa pembangkit. Dari data itulah dapat dilakukan evaluasi, perawatan, hingga pengambilan keputusan agar sistem surya dan angin dapat bekerja secara lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk memastikan seluruh aspek pengembangan dikaji secara menyeluruh, tim melibatkan sejumlah pakar dengan bidang keahlian berbeda.

Dr Amrullah Mansida bertindak sebagai ketua tim, sedangkan Abd. Halik Lateko, S.T., M.T., Ph.D., bertugas sebagai pakar teknis yang mendalami spesifikasi peralatan, sistem kerja, pengujian, dan kesiapan teknologi.

Aspek pasar ditangani Dr Asriyanti Syarif, S.P., M.P., dengan fokus pada identifikasi calon pengguna, kebutuhan pasar, potensi permintaan, dan peluang pengembangan model bisnis.

Sementara itu, Dr Indrawahyuni, S.Pd., M.Si., bertugas sebagai pakar keuangan dan mitigasi risiko. Kajian yang dilakukan mencakup kebutuhan pembiayaan, kelayakan investasi, potensi pendapatan, serta berbagai risiko yang dapat memengaruhi pengembangan dan komersialisasi produk.

Adapun Dr Auliah Andika Rukman, S.H., M.H., bertanggung jawab pada aspek legal dan regulasi, termasuk kesesuaian produk terhadap ketentuan hukum, standar teknis, perizinan, keselamatan kelistrikan, dan perlindungan kekayaan intelektual.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Akhmad Affandi sebagai asisten peneliti dan Novi sebagai tenaga administrasi.

Siapkan Peta Jalan Peningkatan TKT

Salah satu sasaran penting pengkajian adalah menyusun rekomendasi untuk mendorong kesiapan Peralatan Monitoring Pembangkit Listrik Hibrid Surya-Angin dari TKT 6 menuju TKT 7–9.

Pada TKT 6, teknologi berada pada tahap demonstrasi model atau prototipe dalam lingkungan yang relevan. Untuk mencapai TKT 7, perangkat perlu menunjukkan kemampuan beroperasi dalam lingkungan sebenarnya.

Selanjutnya, TKT 8 menuntut penyelesaian dan pengujian sistem sesuai persyaratan yang ditetapkan, sedangkan TKT 9 menunjukkan bahwa teknologi telah terbukti berhasil digunakan dalam kondisi operasional nyata.

Peningkatan kesiapan tersebut tidak hanya membutuhkan penyempurnaan perangkat dan pengujian teknis, tetapi juga dukungan kelayakan pasar, pembiayaan, mitigasi risiko, serta kepastian aspek hukum dan regulasi.

Karena itu, hasil kunjungan ke POLINEMA akan dihimpun dan dianalisis sebagai dasar penyusunan laporan pra-studi kelayakan yang memuat rekomendasi teknis dan nonteknis, termasuk peta jalan pengembangan produk menuju tahap hilirisasi.

Amrullah sebelumnya juga menekankan pentingnya mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi sejak tahap awal pengembangan inovasi.

“Kami ingin sejak awal teknologi ini juga diuji dari sisi keberlanjutan bisnisnya. Produk yang baik secara teknis tentu perlu didukung struktur biaya, potensi pasar, serta mitigasi risiko yang baik agar memiliki peluang untuk masuk pada tahap hilirisasi,” ujarnya dalam keterangan pada September 2026.

Perkuat Kontribusi Unismuh dalam Hilirisasi Riset

Keterlibatan tim pakar yang diketuai dosen Unismuh Makassar ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan inovasi teknologi nasional.

Kolaborasi dengan POLINEMA mempertemukan inventor produk dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk mengidentifikasi potensi pengembangan serta kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Melalui pendekatan multidisipliner, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada pengembangan prototipe, tetapi memiliki dasar kelayakan yang memadai untuk ditingkatkan menuju penerapan teknologi di dunia industri.

Pengkajian teknologi monitoring pembangkit listrik hibrid tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran Unismuh Makassar dalam mendukung agenda Kampus Berdampak melalui penguatan kolaborasi penelitian, pengkajian teknologi terapan, dan upaya menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.