Konten dari Pengguna

Duduk Bersama, Karutan Bantul Bangun Dialog Humanis Bersama Wbp

Humas Rutan Bantul

Humas Rutan Bantul

Informasi Seputar Rutan Bantul

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Humas Rutan Bantul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Rutan Bantul gelar dialog interaktif bersama warga binaan untuk menyerap aspirasi dan meningkatkan kualitas pelayanan yang humanis, terbuka, dan responsif.
zoom-in-whitePerbesar
Foto Rutan Bantul gelar dialog interaktif bersama warga binaan untuk menyerap aspirasi dan meningkatkan kualitas pelayanan yang humanis, terbuka, dan responsif.

Bantul, Senin (19/10/2026) – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bantul, Deri Prihandoko, didampingi pejabat struktural melaksanakan dialog interaktif bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rutan Bantul. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi, mendengarkan permasalahan yang dihadapi warga binaan, serta menghimpun saran dan masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan di Rutan Bantul.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh keterbukaan. WBP tampak antusias mengikuti dialog dengan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, keluhan, serta harapan mereka selama menjalani masa pembinaan. Interaksi yang terjalin menunjukkan adanya ruang komunikasi yang terbuka antara warga binaan dan jajaran petugas, sehingga berbagai persoalan dapat dibicarakan bersama untuk mencari solusi yang tepat.

Dalam dialog tersebut, Karutan Bantul bersama pejabat struktural duduk bersama warga binaan dan mendengarkan secara langsung setiap aspirasi yang disampaikan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menerima saran dan masukan terkait pelayanan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Rutan Bantul dalam mewujudkan pelayanan yang semakin baik, responsif, dan humanis.

Karutan Bantul, Deri Prihandoko, menyampaikan bahwa keterbukaan dalam berkomunikasi merupakan hal penting untuk membangun hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

“Kami ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi permasalahan, keluhan, maupun harapan warga binaan. Kami mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam menyampaikan aspirasi dan berdialog bersama. Komunikasi seperti ini penting agar setiap persoalan dapat diketahui dan dicarikan solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masukan yang disampaikan juga menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Rutan Bantul,” ujar Deri Prihandoko.

Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan petugas, saling menghormati, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, terciptanya lingkungan rutan yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan serta kerja sama seluruh pihak.

Antusiasme WBP dalam dialog tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana pembinaan yang lebih terbuka dan partisipatif. Melalui kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara langsung, warga binaan diharapkan merasa didengar sekaligus terdorong untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan mendukung keberhasilan program pembinaan.

Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah WBP secara aktif memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai hal-hal yang belum mereka pahami selama menjalani masa pembinaan, sekaligus mengutarakan saran dan masukan terkait pelayanan di Rutan Bantul. Suasana dialog berlangsung interaktif, dengan Karutan dan pejabat struktural menyimak serta merespons aspirasi yang disampaikan. Melalui komunikasi dua arah ini, warga binaan tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penjelasan secara langsung, tetapi juga turut berpartisipasi dalam memberikan masukan demi terciptanya pelayanan yang lebih baik, transparan, dan humanis.

Melalui kegiatan ini, Rutan Bantul menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dua arah antara petugas dan warga binaan. Dengan mengedepankan pendekatan humanis, keterbukaan, dan evaluasi berkelanjutan, diharapkan kualitas pelayanan semakin meningkat serta tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan.