Quarter Life Crisis, Tapi Paket COD Tetap Datang
Tulisan dari Ifalah Timur Sundayani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut survei LinkedIn Workforce Confidence Index tahun 2022, 75% profesional muda usia 25–33 tahun mengalami quarter life crisis.
Mereka merasa cemas akan masa depan, insecure dengan pencapaian orang lain, dan bingung menentukan arah karir maupun hidup pribadi. Tapi meskipun mental mereka semrawut, notifikasi paket masih rapi dan terjadwal.
"Barangmu sudah dikirim oleh kurir!"
Dunia mungkin chaos, tapi sistem logistik tetap berjalan.
Belanja Jadi Pelarian, Keranjang Jadi Ruang Aman
Kita nggak butuh kaos tie-dye. Kita juga nggak akan pakai kalung mutiara palsu itu. Tapi kenapa waktu lagi mumet, jari otomatis klik "beli sekarang"?
Ternyata, ini permasalahan Nasional.
Menurut Journal of Consumer Research (2014), belanja impulsif bisa menjadi pelarian emosional dari rasa kehilangan kontrol atas hidup.
Dan Populix Indonesia (2023) juga mencatat bahwa:
60% Gen Z dan milenial belanja online minimal 1 kali per minggu
dan 40% di antaranya mengaku membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Kalian mungkin nggak butuh barangnya.
Kalian hanya butuh merasakan sensasi sedang mengendalikan sesuatu meskipun itu cuma memilih warna totebag.
Paket Lebih Konsisten daripada Kepastian
Tiap minggu kurir datang. Terkadang kita bahkan lupa isinya apa. Tapi dia tetap datang, lebih setia daripada HRD yang nggak bales email lamaran.
Lebih pasti daripada balasan “kita sebenernya apa?” dari orang yang kita suka.
Badan burnout, kepala mumet, isi rekening kosong. Tapi dus paket selalu penuh kejutan.
Dan kalau kita bicara pekerjaan, kenyataan makin ngenes.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 20-24 adalah kelompok pengangguran tertinggi di Indonesia.
Jadi, kalau kamu lebih kenal kurir langganan daripada bos tempat kamu ngelamar kerja, itu bukan salahmu sepenuhnya. Sistemnya memang lagi morat-marit.
Di Antara Semua Krisis, Datanglah Kurir
Kita nggak tahu harus kerja di mana.
Kita nggak tahu hidup ini mau dibawa ke mana.
Kita juga nggak tahu kenapa pencapaian orang lain begitu jauh, sementara diri sendiri masih stuck di tempat.
Tapi kalian harus tahu satu hal: paket kalian sampai hari ini.
Kadang hidup bukan soal berhasil jadi orang sukses dulu-dulu amat.
Kadang cukup bisa bangun pagi, ngadepin diri sendiri, dan menyambut paket COD yang ternyata isinya jemuran lipat.
Kita nggak bisa beli kedamaian. Tapi kita bisa beli rak estetik diskon 70%.
Dan di dunia yang penuh ketidakpastian ini, mungkin itu cukup. Setidaknya, untuk bertahan satu hari lagi.

