Konflik Timur Tengah, Kemenhaj: Keselamatan Jemaah Umrah Prioritas Utama

Mahasiswa S1 Manajemen Haji Umrah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dan Santri Aktif Ponpes Miftahul Anwar Nangela Tasikmalaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ikhwanuddin Fauzy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konflik di Timur Tengah kian memanas dan serangan terhadap bandara di Arab Saudi mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menghimbau jemaah umrah Indonesia untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Jemaah diminta untuk tetap tenang, selalu memantau informasi penerbangan, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan ibadah umrah.
Kemenhaj imbau jemaah tingkatkan kewaspadaan
Kemenhaj menyampaikan sejumlah imbauan bagi jemaah umrah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Jemaah diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.
Selain itu, jemaah diimbau membatasi perjalanan yang tidak mendesak, mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang rawan, serta terus berkoordinasi dengan pihak travel.
"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Travel Umrah Diminta Prioritaskan Keselamatan Jemaah
Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
Pihak travel diwajibkan memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan beserta langkah penanganannya. Travel juga harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas ketika membutuhkan bantuan di lapangan.
