Latihan dan Pengembangan SDM: Bukan Sekadar Formalitas Perusahaan
Tulisan dari Indra Lesmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kita membayangkan berada di hari pertama bekerja di sebuah perusahaan? Semuanya terasa baru. Kita harus mengenal lingkungan kerja, memahami tugas, menggunakan peralatan, bahkan menyesuaikan diri dengan rekan kerja. Bagi sebagian orang, masa awal bekerja bisa menjadi pengalaman yang cukup membingungkan.
Bayangkan seorang karyawan baru yang ditempatkan di bagian administrasi. Ia diminta mengoperasikan sistem pencatatan digital, padahal sebelumnya hanya terbiasa menggunakan pencatatan manual. Ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya, tetapi beberapa kali melakukan kesalahan karena belum memahami sistem tersebut. Akibatnya, pekerjaan menjadi lebih lambat dan ia harus berulang kali meminta bantuan rekan kerja.
Situasi seperti ini sebenarnya bukan hanya tentang kemampuan seorang karyawan. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawannya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Di sinilah latihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) memiliki peran penting.
Menurut saya, perusahaan tidak cukup hanya merekrut orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan. Mereka juga perlu memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terus belajar dan berkembang.
Ketika Kemampuan Karyawan Tidak Lagi Sesuai dengan Kebutuhan Perusahaan
Dunia kerja terus mengalami perubahan. Teknologi yang sebelumnya dianggap baru bisa menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Cara perusahaan melayani pelanggan, mengelola data, hingga menyelesaikan pekerjaan juga dapat berubah.
Masalah muncul ketika perubahan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan karyawan.
Misalnya, sebuah perusahaan mulai menggunakan aplikasi untuk mengelola persediaan barang. Sebelumnya, karyawan mencatat barang masuk dan keluar menggunakan buku. Setelah sistem digital diterapkan, mereka harus mempelajari cara memasukkan data, memeriksa stok, dan membuat laporan melalui aplikasi.
Jika perusahaan hanya memberikan perintah untuk menggunakan sistem baru tanpa pelatihan, karyawan bisa mengalami kesulitan. Kesalahan pencatatan mungkin meningkat, pekerjaan menjadi tertunda, dan pelayanan kepada pelanggan ikut terganggu.
Menurut saya, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perubahan teknologi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Perusahaan perlu mengetahui kemampuan apa yang masih kurang dan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Pelatihan dan Pengembangan SDM Bukan Hal yang Sama
Kita sering mendengar istilah pelatihan dan pengembangan karyawan. Keduanya memang berkaitan, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.
Pelatihan lebih berfokus pada peningkatan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan saat ini. Contohnya, karyawan bagian administrasi mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi perkantoran agar dapat membuat laporan dengan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, pengembangan SDM memiliki orientasi jangka panjang. Contohnya, seorang karyawan yang memiliki potensi kepemimpinan diberikan kesempatan mengikuti program pengembangan agar nantinya mampu menjadi supervisor atau manajer.
Perbedaan ini penting untuk dipahami. Perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang mampu menyelesaikan tugas hari ini, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang siap menghadapi tanggung jawab pada masa mendatang.
Dengan demikian, pelatihan membantu karyawan meningkatkan kemampuan kerja saat ini, sedangkan pengembangan mempersiapkan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Apa Kata Hasil Penelitian tentang Pelatihan dan Pengembangan SDM?
Pentingnya pelatihan dan pengembangan SDM bukan hanya berdasarkan pendapat. Ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara program tersebut dan kinerja karyawan.
Salah satunya adalah penelitian D. R. Azizah dan O. Karneli pada tahun 2024 mengenai pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja karyawan PT PLN Icon Plus SBU Pekanbaru. Penelitian tersebut melibatkan 86 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil pengujian secara bersama-sama juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan karyawan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjaga kinerja organisasi.
Penelitian lain dilakukan pada karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kanwil Denpasar pada tahun 2021 dengan melibatkan 50 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 45,1% variasi kinerja karyawan dalam penelitian tersebut.
Namun, menariknya, hasil penelitian tidak selalu menunjukkan kesimpulan yang sama. Penelitian pada PT Pos Indonesia Cabang Kota Magelang yang diterbitkan pada tahun 2021 menemukan bahwa pelatihan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan pengembangan SDM berpengaruh signifikan. Meskipun demikian, keduanya secara bersama-sama tetap menunjukkan pengaruh terhadap kinerja karyawan.
Dari beberapa penelitian tersebut, saya melihat bahwa pelatihan memang penting, tetapi pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Materi, metode, kebutuhan karyawan, dan penerapan hasil pelatihan dalam pekerjaan juga harus diperhatikan.
Mengapa Pelatihan Terkadang Tidak Memberikan Hasil Maksimal?
Pernahkah kita mengikuti suatu kegiatan pelatihan, tetapi setelah selesai justru tidak banyak hal yang berubah? Hal serupa juga bisa terjadi di lingkungan perusahaan.
Misalnya, karyawan mengikuti pelatihan selama dua hari. Mereka mendapatkan materi, mendengarkan penjelasan, dan menerima sertifikat. Namun, ketika kembali bekerja, tidak ada kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang sudah dipelajari.
Akibatnya, materi pelatihan perlahan terlupakan. Karyawan kembali menggunakan cara kerja lama karena dianggap lebih mudah dan sudah terbiasa.
Menurut saya, inilah salah satu alasan mengapa perusahaan tidak boleh hanya mengukur keberhasilan pelatihan dari jumlah peserta atau sertifikat yang diberikan. Hal yang lebih penting adalah apakah pengetahuan tersebut benar-benar diterapkan dalam pekerjaan.
Perusahaan dapat melakukan evaluasi melalui hasil kerja karyawan, tingkat kesalahan, kecepatan menyelesaikan tugas, dan kualitas pelayanan. Atasan juga dapat memberikan pendampingan agar karyawan tidak kesulitan ketika menerapkan keterampilan baru.
Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat.
Karyawan Berkembang, Perusahaan Ikut Bertumbuh
Ada satu hal yang menurut saya sering terlupakan, yaitu kesempatan karyawan untuk mengembangkan kariernya sendiri.
Karyawan yang terus diberikan kesempatan belajar akan memiliki peluang untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Mereka juga dapat merasa lebih dihargai karena perusahaan memperhatikan perkembangan dirinya.
Sebagai contoh, seorang staf yang awalnya hanya bertugas membuat laporan dapat diberikan kesempatan mempelajari analisis data. Jika kemampuan tersebut terus diasah, bukan tidak mungkin ia dapat dipercaya menangani pekerjaan dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Namun, kesempatan berkembang harus diberikan secara terarah. Perusahaan perlu mengetahui potensi karyawan, kemampuan yang masih perlu ditingkatkan, serta kebutuhan organisasi pada masa depan.
Pada akhirnya, latihan dan pengembangan SDM bukan sekadar program tambahan dalam perusahaan. Keduanya merupakan bagian penting dari upaya membangun tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi perubahan.
Menurut saya, perusahaan yang mau berinvestasi pada kemampuan karyawannya sedang mempersiapkan masa depannya sendiri. Sebab, teknologi dan strategi bisnis mungkin dapat berubah, tetapi orang-orang yang menjalankan dan mengembangkan perusahaan tetap menjadi bagian yang sangat penting.

