Konten dari Pengguna

Hubungan Berat Badan Berlebih dan Tekanan Darah Tinggi: Fakta Medis & Penjelasan

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengukuran Berat Badan. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengukuran Berat Badan. Foto: Pexels.

Berat badan berlebih kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi. Kondisi ini bahkan telah menjadi perhatian utama para ahli karena mekanisme keterkaitannya yang saling memperparah. Memahami hubungan berat badan berlebih dan tekanan darah tinggi dapat membantu setiap orang mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Pengantar: Kenapa Berat Badan Pengaruhi Tekanan Darah?

Menurut Stevo Julius dkk dalam Overweight and Hypertension, berat badan berlebih sering disebut overweight adalah kondisi ketika berat badan seseorang melebihi rentang ideal berdasarkan tinggi badannya. Sementara itu, tekanan darah tinggi (hipertensi) berarti tekanan darah pada dinding arteri bertahan di angka yang lebih jarang normal. Keduanya banyak dijumpai di kalangan dewasa dan remaja.

Prevalensi overweight dan hipertensi terus meningkat dalam dekade terakhir, bahkan di negara berkembang. Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi dijumpai pada individu yang juga mengalami kelebihan berat badan.

Mekanisme Hubungan Berat Badan Berlebih dengan Hipertensi

Secara fisiologis, bertambahnya berat badan dapat meningkatkan volume darah dan beban pada jantung. Hal ini menyebabkan tekanan pada pembuluh darah ikut naik.

Faktor risiko yang turut memperparah tekanan darah antara lain asupan garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan makan berlemak. Jika seseorang mengalami overweight dan pola hidup kurang sehat, risiko hipertensi jadi lebih tinggi.

Stevo Julius dkk melalui penelitiannya mengungkap bahwa penumpukan lemak di tubuh memicu perubahan hormon, meningkatkan kerja ginjal, serta mempengaruhi sistem saraf semuanya berperan menaikkan tekanan darah secara perlahan.

Bukti Ilmiah: Studi Terkini tentang Overweight dan Hipertensi

Riset yang dilakukan oleh Stevo Julius dkk menemukan hubungan dua arah antara overweight dan hipertensi. Artinya, berat badan yang berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sedangkan tekanan darah tinggi yang tidak diatasi turut memicu risiko bertambahnya berat badan.

Temuan ini menguatkan konsep bahwa kedua kondisi tersebut tidak bisa dipisahkan begitu saja. Perlu tindakan saling melengkapi agar pencegahan berjalan lebih optimal.

Implikasi dan Langkah Pencegahan

Menjaga berat badan ideal membantu menekan risiko kenaikan tekanan darah. Strategi yang dapat diterapkan meliputi mengatur pola makan, aktif bergerak setiap hari, serta membatasi konsumsi garam dan lemak.

Beberapa kiat sederhana untuk mengontrol berat badan sekaligus menurunkan risiko hipertensi:

  • Konsumsi makanan segar seperti sayur dan buah

  • Pilih cemilan rendah gula dan lemak

  • Sisipkan waktu berolahraga ringan, minimal 30 menit tiap hari

  • Hindari makanan olahan tinggi garam

Dalam rangkuman peneliti, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama untuk mencegah hipertensi akibat berat badan berlebih. Upaya sederhana namun konsisten dapat memberi dampak besar bagi kesehatan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Hubungan berat badan berlebih dan tekanan darah tinggi berjalan searah dan saling memperkuat. Kenaikan berat badan turut menaikkan risiko tekanan darah tinggi, sedangkan hipertensi yang tidak tertangani juga memperburuk berat badan. Mengontrol berat badan melalui pola hidup sehat menjadi strategi jangka panjang yang direkomendasikan, sehingga risiko hipertensi dapat dikendalikan sejak dini.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)