Definisi Bullying dan 4 Jenisnya, Wajib Diketahui Orang Tua

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai orang tua, melindungi anak dari bullying merupakan tugas yang tidak mudah. Definisi bullying dan jenis-jenisnya penting untuk diketahui oleh orang tua.
Bullying bisa ditemui di sekolah tingkat dasar, menengah, dan atas. Bahkan tidak menutup kemungkinan bullying juga bisa dialami di luar instansi pendidikan resmi.
Definisi Bullying atau Perundungan
Definisi bullying dapat ditemukan di berbagai buku. Salah satunya terdapat pada buku yang khusus membahas bullying, Mengenal Jenis-Jenis Bullying dan Bagaimana Mencegahnya, Christofora K. (2024:1-2).
Perundungan atau bullying merupakan suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara melukai secara fisik, verbal, atau emosional psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat.
Biasanya, korban bullying dinilai lemah secara fisik atau mental lemah. Perilaku buruk ini mungkin dilakukan secara berulang kali tanpa perlawanan untuk membuat korban menderita.
Bullying di sekolah memiliki pengaruh jangka panjang dan jangka pendek untuk siswa. Pada periode jangka pendek, korban bullying akan tertekan dan mengalami penurunan minat belajar dan datang ke sekolah.
Sedangkan untuk jangka panjang, korban bullying akan merasa kesulitan membangun hubungan dengan orang lain, mengalami kecemasan, depresi hingga dampak terburuk yakni percobaan mengakhiri hidup.
Jenis-Jenis Bullying
Perundungan atau bullying memang banyak jenisnya. Sesuai dengan pengertiannya di atas, tipe-tipe bullying juga memiliki tujuan yang sama, yakni melukai korban baik secara fisik, verbal maupun mental.
Berikut ini jenis-jenis perundungan atau bullying, yang juga tertera dalam buku yang sama, Mengenal Jenis-Jenis Bullying dan Bagaimana Mencegahnya, Christofora K. (2024:4-10).
1. Bullying Fisik
Perundungan yang melibatkan kekerasan fisik menjadi jenis bullying pertama yang dapat terjadi. Perundungan jenis ini akan terlihat pada fisik korban yang mengalami luka, meskipun luka bisa saja ditutup-tutupi.
Perundungan secara fisik akan mudah diperkarakan sebagai tindak kriminal. Korban harus memiliki bukti berupa foto bekas luka atau bahkan tindakan visum oleh tenaga medis.
Contoh perundungan fisik di antaranya memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, menggaruk, meludah, merusak dan menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lainnya.
2. Bullying Verbal
Bullying atau perundungan secara verbal adalah perundungan yang paling sering dan mudah ditemui. Tindakan perundungan verbal atau verbal abuse, akan memberi dampak psikologis yang besar pada korbannya.
Kebanyakan bullying verbal dapat dilakukan secara terus menerus, sehingga korban sering kali tidak memiliki tempat untuk berlindung dari perilaku tersebut.
Contoh perilaku bullying verbal yakni pemilihan nama panggilan yang buruk, mencela, memfitnah, kritik kejam, penghinaan, pernyataan pelecehan seksual, teror, mengintimidasi surat, tuduhan palsu, tuduhan yang kejam dan salah, gosip, dan lain-lain.
Korban bullying verbal harus mampu meminta pertolongan atau ada orang lain yang mengetahui kondisi ini. Bisa saja dicari bukti berupa rekaman suara dan sebagainya untuk diperkarakan.
3. Bullying Relasional/Sosial
Berikutnya ada jenis bullying relasional atau sosial. Bullying jenis ini dilakukan untuk memutuskan hubungan sosial seseorang dengan tujuan melemahkan harga diri korban secara sistematis. Bentuk bullying tipe ini sulit dideteksi dari luar.
Contoh tindakan bullying relasional meliputi perilaku atau sikap tersembunyi seperti pandangan agresif, pandangan mata yang menghina, mendesah, mencemooh, mencemooh tawa, dan mengejek bahasa tubuh.
4. Cyberbullying
Cyberbullying merupakan perundungan yang dilakukan secara online, melalui media digital, seperti internet, media sosial, pesan instan, atau email. Cyberbullying bisa dilakukan oleh perorangan pribadi hingga komunitas.
Cyberbullying bahkan dapat dilakukan oleh orang anonim dengan menggunakan akun yang dibuat khusus untuk melakukan perilaku negatif tersebut.
Bentuk-bentuk cyberbullying di antaranya, penghinaan, pemerasan, pelecehan, atau penyebaran informasi pribadi yang tidak pantas tanpa izin korban.
Cyberbullying di Indonesia sebetulnya dapat diusut dengan menyertakan bukti serta penelusuran dengan mencari tahu IP address pelaku. Perilaku ini dapat dikenakan pelanggaran atas UU ITE.
Baca Juga: 7 Definisi Psikologi Menurut Para Ahli Terkenal di Dunia
Itu tadi definisi bullying dan juga jenis-jenisnya. Bullying harus diwaspadai oleh orang tua yang memiliki anak atau bahkan masyarakat secara umum. Dampak dari bullying dapat merusak kebahagiaan dan juga perkembangan emosional anak. (Fitri A)
