Pengertian, Ciri-Ciri Hoarding Disorder, dan Penyebabnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hoarding disorder adalah suatu kondisi ketika seseorang sulit terpisah atau membuang barang-barangnya. Salah satu ciri-ciri hoarding disorder adalah menyimpan barang yang tak dibutuhkan secara berlebihan.
Dewi dan Mulyana dalam Perancangan Kampanye Dampak Menimbun Barang Tak Terpakai (Hoarding Disorder) Bagi Remaja Pasca Pandemi mengatakan bahwa hoarding disorder membuat seseorang gemar menimbun barang.
Untuk mengetahui lebih jauh seputar pengertian dan ciri-ciri hoarding disorder, baca artikel ini sampai habis.
Pengertian dan Ciri-Ciri Hoarding Disorder
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hoarding disorder adalah bentuk gangguan mental yang membuat seseorang sulit terpisah dari harta bendanya.
Gangguan mental ini membuat seseorang ingin terus menyelamatkan barang yang dimilikinya meskipun sudah tidak dibutuhkan. Pada dasarnya, hoarding disorder tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi dapat memengaruhi fungsi kehidupan.
Kondisi ini ditandai dengan sejumlah gejala. Adapun beberapa ciri hoarding disorder adalah.
Sulit terpisah dari barang-barangnya.
Selalu ingin menyimpan barang-barangnya dan kesal saat muncul pikiran untuk membuang barang-barangnya.
Menyimpan barang-barang yang tak dibutuhkan secara berlebihan, hingga tidak memiliki ruang kosong lagi di rumahnya.
Merasa kacau ketika tidak ada lagi ruang untuk menyimpan barang-barangnya.
Merasa aman saat dikelilingi barang timbunan.
Mengalami konflik dengan orang lain yang berusaha mengurangi maupun menghilangkan barangnya.
Merasa ragu akan suatu hal, menghindari, perfeksionis, sering menunda, maupun masalah perencanaan.
Penyebab Hoarding Disorder
Hoarding disorder adalah gangguan mental yang bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Adapun faktor-faktor penyebab hoarding disorder adalah.
Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak mengajarkan cara mengorganisasikan barang.
Mengalami gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia, depresi, maupun gangguan obsesif kompulsif.
Mempunyai anggota keluarga yang juga menderita hoarding disorder.
Pernah mengalami kesulitan ekonomi.
Pernah ditinggalkan orang yang dicintai.
Pernah kehilangan harta bendanya, baik akibat bencana alam maupun kebakaran.
Cara Mengatasi Hoarding Disorder
Hoarding disorder adalah kondisi yang memicu seseorang gemar menumpuk barang. Hal ini tentu bisa mengganggu orang-orang di rumah. Adapun cara mengatasi hoarding disorder adalah.
Terapi perilaku kognitif dengan bantuan terapis.
Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.
Belajar mengorganisasikan barang, seperti membuat daftar benda di rumah, mengelompokkan barang, dan membuang benda yang tidak terpakai setidaknya 5 benda per hari.
Menyumbangkan barang yang layak kepada orang lain.
Demikian penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri hoarding disorder, penyebab, dan cara mengatasinya. [ENF]
