Konten dari Pengguna

Hewan Berpori: Jenis, Contoh, dan Ciri-ciri Hewan Berpori

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hewan Berpori. Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hewan Berpori. Foto: commons.wikimedia.org

Hewan berpori merupakan kelompok hewan yang memiliki banyak lubang kecil di tubuhnya. Makhluk ini dikenal dengan nama ilmiah Porifera dan banyak ditemukan di perairan laut maupun air tawar. Kehadiran hewan berpori ternyata sangat penting bagi keseimbangan ekosistem air.

Apa Itu Hewan Berpori?

Hewan berpori termasuk organisme sederhana yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Menurut jurnal Isolasi dan Modifikasi Struktur Senyawa Metabolit Sponga Xestospongia sp. Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timur karya Ricardo Simarmata, hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons sehingga porifera disebut juga sebagai hewan sponga.

Pengertian Hewan Berpori

Hewan berpori adalah hewan yang tubuhnya penuh dengan pori-pori atau lubang kecil. Melalui pori-pori inilah air dan partikel makanan masuk ke dalam tubuh.

Peranan Hewan Berpori di Alam

Di alam, hewan berpori berfungsi sebagai penyaring air. Mereka membantu menjaga kejernihan air serta menyediakan tempat hidup bagi organisme kecil lain.

Sejarah Studi Hewan Berpori

Penelitian tentang hewan berpori telah dilakukan sejak lama. Studi tentang spons laut, misalnya, telah membuka pemahaman baru tentang keanekaragaman hayati laut.

Hewan Berpori Apa Saja?

Banyak jenis hewan berpori yang hidup di laut maupun air tawar. Spons dan Xestospongia sp. adalah contoh yang paling mudah ditemukan.

Contoh Hewan Berpori

Beberapa contoh hewan berpori antara lain:

- Spons laut (Porifera)

- Xestospongia sp.

Klasifikasi Hewan Berpori

Menurut Menurut jurnal Isolasi dan Modifikasi Struktur Senyawa Metabolit Sponga Xestospongia sp. Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timur karya Ricardo Simarmata, hewan berpori terbagi dalam beberapa kelas berdasarkan bentuk dan struktur tubuhnya, seperti Calcarea, Demospongiae, dan Hexactinellida.

Ciri-ciri Hewan Berpori

Setiap hewan berpori memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Struktur tubuhnya sederhana, namun fungsional untuk bertahan di lingkungan akuatik.

Struktur Tubuh Hewan Berpori

Tubuh hewan berpori terdiri dari dinding tipis dan banyak lubang kecil. Di bagian dalam terdapat rongga besar sebagai tempat sirkulasi air.

Sistem Sirkulasi dan Makan

Sistem makan hewan berpori bergantung pada aliran air yang membawa partikel makanan ke dalam tubuh. Air masuk melalui pori, kemudian dikeluarkan lewat lubang utama di bagian atas.

Habitat Hewan Berpori

Kebanyakan hewan berpori hidup menempel di dasar laut, karang, atau batu. Ada juga yang ditemukan di perairan tawar, namun jumlahnya lebih sedikit.

Manfaat dan Peran Ekologis Hewan Berpori

Hewan berpori memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air. Selain itu, beberapa jenis spons memiliki manfaat ekonomi.

Manfaat Bagi Lingkungan

Peran utama hewan berpori adalah sebagai filter alami. Mereka membantu membersihkan perairan dari partikel halus dan limbah organik.

Potensi Hewan Berpori dalam Industri

Senyawa yang dihasilkan spons berpotensi dimanfaatkan di bidang farmasi dan kosmetik. Beberapa penelitian juga mengembangkan spons sebagai bahan baku industri.

Kesimpulan

Hewan berpori merupakan organisme air dengan struktur tubuh unik dan fungsi ekologis penting. Mereka tidak hanya membantu menjaga kebersihan air, tetapi juga memiliki potensi dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. Mengenal lebih jauh jenis dan ciri-ciri hewan berpori bisa menambah wawasan tentang keanekaragaman hayati di perairan Indonesia.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya