Konten dari Pengguna

Literasi Akuntansi bagi UMKM di Era Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iryan okviani fardilla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan ekonomi digital membawa banyak perubahan dalam dunia usaha. Saat ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menjalankan bisnis dengan lebih mudah melalui smartphone dan internet. Penjualan bisa dilakukan melalui marketplace, media sosial, dan aplikasi pesan antar. Selain itu, pembayaran juga semakin praktis dengan adanya QRIS, dompet digital, dan transfer bank. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman akuntansi yang baik. Literasi akuntansi adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan mencatat transaksi keuangan serta menyusun laporan keuangan sederhana. Bagi pelaku UMKM, literasi akuntansi sangat penting karena dapat membantu mereka mengetahui jumlah pendapatan, pengeluaran, keuntungan, dan kerugian usaha. Dengan pencatatan yang teratur, pemilik usaha dapat mengetahui apakah bisnisnya berjalan dengan baik atau justru mengalami masalah keuangan.

Jl.Raya Pengasinan, Pengasinan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia, 16518.
zoom-in-whitePerbesar
Jl.Raya Pengasinan, Pengasinan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia, 16518.

Salah satu contoh penerapan literasi akuntansi dapat dilihat pada usaha ayam penyet. Setiap hari, pemilik usaha menerima uang dari penjualan makanan, tetapi juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli ayam, beras, cabai, minyak goreng, membayar listrik, dan biaya lainnya. Jika seluruh uang penjualan dianggap sebagai keuntungan, pemilik usaha bisa salah dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, setiap transaksi perlu dicatat agar keuntungan yang sebenarnya dapat diketahui dengan jelas. Di tengah perkembangan ekonomi digital, pencatatan keuangan menjadi semakin penting. Transaksi yang dilakukan melalui berbagai platform dapat membuat pelaku UMKM kesulitan membedakan uang pribadi dan uang usaha jika tidak memiliki pencatatan yang baik. Dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan atau spreadsheet sederhana, pelaku UMKM dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih praktis, rapi, dan mudah diperiksa kembali. Selain membantu mengatur keuangan, literasi akuntansi juga dapat mendukung perkembangan usaha. Laporan keuangan yang tersusun dengan baik dapat menjadi bahan pertimbangan ketika pemilik usaha ingin mengembangkan bisnis, menambah modal, atau mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan. Catatan keuangan juga membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berdasarkan kondisi usaha yang sebenarnya, bukan hanya berdasarkan perkiraan. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang menganggap pencatatan keuangan tidak terlalu penting karena usahanya masih kecil. Padahal, usaha dalam skala apa pun tetap membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Kurangnya pengetahuan akuntansi dapat menyebabkan pemilik usaha kesulitan mengetahui keuntungan, mengendalikan pengeluaran, dan merencanakan perkembangan bisnisnya. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu meningkatkan literasi akuntansi sesuai dengan kebutuhan usahanya. Mereka dapat memulainya dengan mencatat setiap transaksi, menyimpan bukti pembayaran, memisahkan uang pribadi dari uang usaha, serta membuat laporan keuangan sederhana secara rutin. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait juga dapat membantu melalui pelatihan akuntansi dan penggunaan teknologi digital. Kesimpulannya, literasi akuntansi merupakan salah satu hal penting yang perlu dimiliki pelaku UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital. Teknologi memang mempermudah proses penjualan dan pembayaran, tetapi keberhasilan usaha tetap membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Dengan memahami dasar-dasar akuntansi, pelaku UMKM dapat mengelola keuangan secara lebih teratur, mengetahui keuntungan yang sebenarnya, dan mengembangkan usaha agar mampu bertahan serta bersaing di era digital.