Sekolah Tak Cukup: Etika Sehari-Hari yang Tak Diajarkan di Kelas
Tulisan dari Jaesy Fashya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Etika interaksi sehari-hari bukan sekadar pelajaran tentang sopan santun, tapi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain dengan empati dan hormat. Saya menyadari pentingnya etika ini saat mengikuti kegiatan sosial di sekolah pemulung Rumah Penyuluhan Kreatif di Cilandak, Jakarta Selatan. Di sana, saya berinteraksi dengan anak-anak dari latar belakang yang tidak mudah dan menyadari bahwa sikap sederhana seperti mendengarkan atau tidak berkata kasar bisa memberi dampak besar.
Rumah Penyuluhan Kreatif adalah Yayasan nirlaba yang memberikan bimbingan akademik dan non akademik kepada anak-anak. Yayasan ini berada di Kampung Sawah, Jalan Pinang Kalijati, wilayah Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Keberadaan Rumah Penyuluhan Kreatif terletak di pemukiman kumuh yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pemulung
"Kami berharap, para pengunjung maupun relawan bisa menjaga ucapannya. Anak-anak di sini sudah terlalu sering mendengar kata-kata kasar dari konflik di rumah mereka. Jangan sampai mereka menganggap itu hal biasa." Ujar kak Angga seorang humas dari Rumah Penyuluhan Kreatif.
Kami menerapkan beberapa etika penting selama kegiatan:
1. Sapa dan senyum saat bertemu
Menunjukkan rasa hormat dan ramah kepada siapa pun, tanpa membedakan latar belakang.
2. Mendengarkan saat orang lain bicara
Tidak memotong pembicaraan, apalagi meremehkan pendapat anak-anak atau sesama relawan.
3. Berbicara dengan nada yang lembut dan sopan
Hindari suara keras atau nada menggurui karena anak-anak butuh pendekatan yang hangat, tanpa rasa takut.
4. Tidak menggunakan kata kasar atau merendahkan
Beberapa anak mungkin sudah terbiasa mendengar kata keras di lingkungan mereka, jadi penting untuk jadi contoh komunikasi yang baik.
5. Mengucapkan terima kasih
Jangan lupa untuk ucapkan terimakasih, karena hal ini dapat menumbuhkan etika menghargai kepada orang lain.
Etika dalam kehidupan sehari-hari bukan soal teori, tapi soal pilihan.
Kita bisa memilih untuk bersikap lebih baik setiap hari dari hal yang paling sederhana. Dan dari sanalah, perubahan kecil bisa mulai terjadi.

