Konten dari Pengguna

Tim RESchorbic Mahasiswa UNTAN Temukan Cara Untuk Menangani Pencemaran Merkuri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jason Robiansa Agustian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susunan Tim RESchorbic Yang Berhasil Mengembangkan Cara Penanganan Merkuri
zoom-in-whitePerbesar
Susunan Tim RESchorbic Yang Berhasil Mengembangkan Cara Penanganan Merkuri

Tim RESchorbic Kembangkan Pelarut Eutektik Alami (NADES) Untuk Menangani Cemaran Merkuri

PONTIANAK – Persoalan pencemaran merkuri pada tanah bekas pertambangan emas menjadi perhatian sekelompok mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN). Melalui tim RESchorbic, mereka melakukan penelitian untuk mengembangkan alternatif metode remediasi menggunakan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) berbasis kolin klorida dan asam askorbat.

Penelitian tersebut dilaksanakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Sampel tanah yang digunakan berasal dari kawasan bekas pertambangan emas di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas pertambangan emas tinggi dan potensi persoalan pencemaran merkuri.

Merkuri menjadi perhatian karena keberadaannya di lingkungan dapat bertahan dan berpindah dari satu kompartemen lingkungan ke kompartemen lainnya. Kondisi tersebut mendorong perlunya metode remediasi yang dapat membantu mengurangi kandungan merkuri pada tanah tanpa hanya mengandalkan pendekatan konvensional.

Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan NADES yang dibuat dari kolin klorida (choline chloride/ChCl) dan asam askorbat (ascorbic acid/AA). Kombinasi tersebut dipelajari sebagai pelarut yang dapat membantu menarik merkuri dari matriks tanah. Dari beberapa komposisi yang diuji, formulasi ChCl dan AA dengan perbandingan 2:1 menunjukkan karakter yang paling stabil dan homogen.

Hasil Awal Menunjukkan Efisiensi Tinggi

Pengujian dilakukan dengan mempertemukan tanah yang mengandung merkuri dengan NADES pada beberapa perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NADES mampu mengurangi kandungan merkuri hingga 99,31 persen pada skala laboratorium.

Merkuri yang berhasil dipindahkan dari tanah kemudian dipisahkan dari fase NADES melalui proses pengendapan. Pada tahap tersebut terbentuk endapan berwarna hitam yang diidentifikasi sebagai HgS, sehingga NADES dapat dipisahkan kembali untuk dipelajari penggunaannya pada siklus berikutnya.

Menariknya, penelitian tidak hanya menguji kemampuan NADES dalam satu kali proses. Tim juga melakukan pengujian penggunaan kembali pelarut hingga beberapa siklus. Hasilnya menunjukkan bahwa NADES masih dapat digunakan kembali, meskipun performanya mengalami perubahan pada siklus berikutnya.

Selain melihat perpindahan merkuri, tim turut mengamati kondisi tanah setelah proses remediasi menggunakan karakterisasi FTIR dan XRD. Hasil pengamatan menunjukkan tidak terdapat perubahan besar pada karakter utama mineral tanah setelah perlakuan.

Pengujian biologis menggunakan kecambah kacang hijau juga dilakukan untuk melihat perubahan respons pertumbuhan setelah remediasi. Tanah yang telah mendapatkan perlakuan menunjukkan pertumbuhan kecambah yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi tanah yang telah diberi paparan merkuri.

Penelitian ini dilakukan oleh Jason Robiansa Agustian, Citra Widiasari, Muhammad Fiqri Aulia Rahman, Siti Hutsiyah, dan Vika, dengan bimbingan bapak Ferdinand Hidayat dari Universitas Tanjungpura. Tim RESchorbic mengangkat semangat “Green Solution for Soil Restoration” dalam pengembangan penelitian tersebut.