Animisme: Kepercayaan Tertua Manusia
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap peradaban manusia memiliki cara tersendiri dalam memahami kehidupan dan alam semesta. Salah satu sistem kepercayaan tertua yang pernah ada adalah animisme, yang menjadi fondasi awal religiositas manusia sebelum agama-agama besar lahir. Animisme berasal dari kata Latin anima yang berarti jiwa atau roh. Kepercayaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa segala sesuatu di alam memiliki jiwa, termasuk benda-benda mati seperti batu, pohon, sungai, hingga gunung.
Pengertian Animisme dan Karakteristik Kepercayaannya
Menurut artikel Konsep Ketuhanan Animisme dan Dinamisme oleh Rekka Wahyu, Animisme merupakan sistem kepercayaan yang berasal dari kata Latin anima, yang berarti jiwa atau roh. Dalam kepercayaan ini, manusia meyakini bahwa roh atau jiwa tidak hanya dimiliki oleh manusia, tetapi juga hadir dalam berbagai makhluk dan unsur alam sehingga memengaruhi kehidupan manusia.
Konsep Roh dalam Animisme
Dalam pandangan animisme, dunia dihuni oleh berbagai roh yang hidup berdampingan dengan manusia. Roh-roh tersebut diyakini memiliki pengaruh terhadap kehidupan dan berbagai peristiwa alam sehingga harus dihormati serta dijaga hubungan baik dengannya.
Karakteristik Animisme
Ciri utama animisme adalah keyakinan bahwa roh tetap hidup meskipun seseorang telah meninggal dunia. Selain itu, masyarakat animisme juga percaya adanya tingkatan roh, mulai dari roh yang rendah hingga roh yang berkedudukan tinggi. Karena diyakini dapat membawa manfaat maupun bencana, roh-roh tersebut dihormati melalui berbagai bentuk ritual dan penghormatan.
Perbedaan Animisme dan Dinamisme
Animisme berbeda dengan dinamisme meskipun keduanya sering berkembang bersamaan. Animisme berpusat pada kepercayaan terhadap roh atau jiwa yang menghuni makhluk hidup maupun alam, sedangkan dinamisme menitikberatkan pada keyakinan bahwa benda-benda tertentu memiliki kekuatan gaib atau mana yang dapat memengaruhi kehidupan manusia.
Contoh Praktik Animisme
Manifestasi animisme terlihat melalui berbagai ritual yang bertujuan menjalin hubungan baik dengan roh. Praktik tersebut dilakukan, misalnya, untuk memohon kesembuhan, keberhasilan bercocok tanam, keselamatan dalam perjalanan, keberhasilan berburu, hingga perlindungan dari berbagai bencana alam.
Perkembangan dan Pengaruh Animisme dalam Peradaban Manusia
Awal Munculnya Animisme
Animisme merupakan salah satu bentuk kepercayaan paling awal dalam sejarah manusia. Kepercayaan ini berkembang sejak masa masyarakat purba sebagai cara untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan keberadaan kekuatan supranatural yang dianggap mengatur kehidupan manusia.
Perkembangan Animisme
Seiring berkembangnya peradaban, animisme tetap bertahan meskipun kemudian muncul berbagai agama yang lebih terstruktur. Hingga saat ini, sejumlah masyarakat masih mempertahankan unsur-unsur kepercayaan animisme dalam tradisi dan budaya mereka.
Pengaruh terhadap Sistem Religi
Perkembangan animisme menunjukkan bahwa manusia sejak masa awal telah berusaha memahami keberadaan kekuatan supranatural. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan konsep ketuhanan sebelum munculnya agama-agama besar di dunia.
Praktik Animisme di Indonesia
Di Indonesia, unsur-unsur animisme masih dapat dijumpai dalam kehidupan sejumlah masyarakat adat. Berbagai ritual tradisional yang berkaitan dengan pertanian, keselamatan, maupun penghormatan terhadap leluhur masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya.
Pandangan Akademis
Menurut E.B. Tylor, animisme merupakan salah satu teori yang menjelaskan asal-usul perkembangan agama dalam kebudayaan manusia. Kesadaran manusia akan keberadaan jiwa dan roh dipandang sebagai titik awal lahirnya sistem kepercayaan yang kemudian berkembang menjadi bentuk-bentuk religi yang lebih kompleks.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia