Kerajaan Mataram Kuno yang Terpecah
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah kerajaan di Nusantara menyimpan banyak kisah menarik tentang perpecahan dan penyatuan wilayah kekuasaan. Kerajaan Mataram Kuno yang mengalami perpecahan sebenarnya merujuk pada Kerajaan Mataram Islam di abad ke-18.
Latar Belakang Terjadinya Perpecahan Kesultanan Mataram
Konflik perebutan takhta, persaingan antarkeluarga kerajaan, serta campur tangan VOC menjadi awal mula terjadinya perpecahan Kesultanan Mataram. Ketegangan politik yang terus berlangsung akhirnya berujung pada lahirnya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Perjanjian Giyanti yang Membagi Kesultanan Mataram Menjadi Dua Kerajaan
Menurut buku Cakrawala Sejarah oleh Wardaya, Penandatanganan Perjanjian Giyanti mengakhiri konflik berkepanjangan sekaligus membagi Kesultanan Mataram menjadi dua pusat kekuasaan, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah politik Jawa.
Dampak Perpecahan Kesultanan Mataram terhadap Kehidupan Politik di Jawa
Perpecahan Kesultanan Mataram membawa perubahan besar terhadap peta politik di Pulau Jawa. Kekuatan kerajaan semakin melemah, pengaruh VOC semakin besar, dan dinamika politik baru pun berkembang hingga memengaruhi perjalanan sejarah Jawa pada masa-masa berikutnya.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia