Kerja Rodi : Sistem Kerja Paksa di Masa Kolonial
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerja rodi merupakan salah satu sistem paling kelam dalam sejarah kolonialisme di Indonesia. Istilah ini merujuk pada sistem kerja paksa tanpa upah yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda kepada rakyat pribumi, terutama di Pulau Jawa.
Sistem ini mencapai puncaknya pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang memerintah antara tahun 1808 hingga 1811. Melalui kebijakan eksploitatif tersebut, jutaan rakyat Indonesia dipaksa bekerja untuk proyek-proyek infrastruktur kolonial tanpa memperoleh kompensasi yang layak. Memahami sistem kerja rodi dapat membantu kita mengenali bagaimana kebijakan kolonial telah membentuk sejarah dan penderitaan bangsa Indonesia.
Pengertian dan Sejarah Kerja Rodi di Indonesia
Menurut Rosmaida Sinaga dkk., dalam artikel Kemanusiaan dan Eksploitasi: Analisis Kebijakan Daendels di Tanah Jawa (1808–1811), Kerja rodi merupakan sistem kerja paksa yang diterapkan pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels (1808–1811). Dalam sistem ini, penduduk pribumi dipaksa bekerja tanpa upah yang layak untuk mendukung berbagai proyek pembangunan pemerintah kolonial. Penerapan kerja rodi berkaitan dengan upaya Daendels memperkuat pertahanan Pulau Jawa atas perintah Louis Napoleon dalam menghadapi ancaman Inggris. Untuk mencapai tujuan tersebut, Daendels membangun berbagai infrastruktur militer, seperti Jalan Raya Pos, benteng pertahanan, pelabuhan, pangkalan armada, dan pabrik persenjataan.
Proyek terbesar pada masa itu adalah pembangunan Jalan Raya Pos (Grote Postweg) sepanjang sekitar 1.100 kilometer yang menghubungkan Anyer hingga Panarukan. Pelaksanaan proyek tersebut dilakukan melalui kerja paksa dengan kondisi kerja yang sangat berat sehingga menyebabkan sekitar 12.000 orang meninggal dunia akibat kelelahan, penyakit, dan buruknya kondisi lingkungan kerja. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk eksploitasi tenaga kerja pribumi pada masa kolonial Belanda.
Kerja Rodi dalam Kebijakan Daendels
Dalam menjalankan pemerintahannya, Daendels menjadikan kerja rodi sebagai sarana utama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat pertahanan kolonial. Selain memaksa rakyat membangun jalan dan benteng, pemerintah kolonial juga mewajibkan penduduk menjual hasil bumi dengan harga yang sangat murah serta menerapkan berbagai kebijakan ekonomi untuk membiayai pertahanan menghadapi Inggris. Kebijakan tersebut menimbulkan penderitaan yang besar karena rakyat dipaksa bekerja dalam kondisi yang keras tanpa memperoleh imbalan yang layak. Akibatnya, banyak pekerja meninggal dunia akibat kelelahan maupun wabah penyakit, terutama malaria. Menilai bahwa kebijakan Daendels lebih mengutamakan kepentingan pembangunan kolonial daripada nilai-nilai kemanusiaan sehingga menjadi salah satu bentuk eksploitasi terhadap masyarakat pribumi di Jawa.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia