Kutai: Kerajaan Hindu Pertama di Indonesia
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah peradaban Nusantara mencatat bahwa kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah Kutai yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi. Kerajaan ini berada di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di sekitar Muara Kaman di tepian Sungai Mahakam.
Keberadaan Kutai menjadi penanda awal masuknya pengaruh budaya India ke tanah Nusantara. Jejak peradaban Hindu-Buddha ini kemudian berkembang dan melahirkan kerajaan-kerajaan besar lainnya di berbagai penjuru Indonesia.
Kutai: Kerajaan Hindu Pertama di Nusantara
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Keberadaan kerajaan ini dibuktikan oleh penemuan tujuh prasasti Yupa yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta dalam bentuk syair. Salah satu Yupa menyebut bahwa raja yang memerintah adalah Mulawarman, putra Aswawarman dan cucu Kudungga. Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa agama Hindu telah berkembang di Kutai sejak sekitar abad ke-4 Masehi.
Bukti Peninggalan Prasasti Yupa
Prasasti Yupa merupakan sumber utama sejarah Kerajaan Kutai. Salah satu prasasti menjelaskan bahwa Raja Mulawarman menyelenggarakan upacara sedekah di tempat suci Waprakeswara dan menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Sebagai bentuk penghormatan atas kemurahan hati sang raja, para brahmana kemudian mendirikan Yupa sebagai tugu peringatan.
Masuk dan Berkembangnya Hindu di Nusantara
Menurut artikel Masuk dan Berkembang Agama Hindu dalam Pengaruhnya terhadap Sistem Kepercayaan Masyarakat Nusantara oleh Made Darme dan Wahyu Rizky Andhifani, proses masuknya agama Hindu ke Nusantara dijelaskan melalui empat teori, yaitu Teori Ksatria, Waisya, Brahmana, dan Arus Balik. Penyebaran agama Hindu berlangsung melalui hubungan perdagangan, kebudayaan, dan interaksi antara masyarakat Nusantara dengan India. Dalam perkembangannya, ajaran Hindu berakulturasi dengan budaya lokal sehingga kepercayaan animisme dan dinamisme tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Nusantara.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia