Konten dari Pengguna

Makna Mendalam Lagu Bungong Jeumpa dari Aceh

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masyarakat Aceh. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masyarakat Aceh. Foto: Pixabay.

Lagu daerah menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Diantara ratusan lagu tradisional Nusantara, Bungong Jeumpa menjadi salah satu yang paling dikenal hingga sekarang. Lagu ini berasal dari Aceh dan memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat setempat. Memahami asal-usul dan filosofi di balik liriknya dapat memberi gambaran tentang bagaimana masyarakat Aceh memaknai kehidupan melalui seni.

Asal-Usul Lagu Bungong Jeumpa dari Aceh

Lagu Bungong Jeumpa merupakan salah satu lagu daerah yang berasal dari Aceh dan dikenal luas oleh masyarakat. Dalam artikel Analisis Semantik Kognitif pada Lirik Lagu Daerah Aceh Bungong Jeumpa oleh Prima Nucifera, lagu ini dikaji melalui pendekatan semantik kognitif karena liriknya menggunakan berbagai metafora untuk menyampaikan makna secara lebih indah dan mudah dipahami.

Makna Bungong Jeumpa

Secara harfiah, bungong jeumpa berarti bunga cempaka. Namun, dalam lirik lagu ini bunga tersebut tidak dimaknai sebagai bunga dalam arti sebenarnya. Penelitian menunjukkan bahwa Bungong Jeumpa merupakan metafora yang menggambarkan perempuan atau gadis Aceh yang dikenal memiliki paras cantik dan budi pekerti yang baik.

Makna Lirik dan Nilai Budaya dalam Bungong Jeumpa

Makna Lirik

Lirik Lagu Bungong Jeumpa mengandung metafora yang menggambarkan kecantikan serta kepribadian perempuan Aceh. Bunga jeumpa diposisikan sebagai lambang gadis Aceh yang memiliki keindahan fisik sekaligus akhlak yang baik sehingga memperoleh kekaguman dari masyarakat.

Simbol Bunga Jeumpa

Pada bait berikutnya, warna putih, kuning, dan merah pada bunga jeumpa dimaknai sebagai simbol keberagaman masyarakat Aceh. Penelitian menjelaskan bahwa metafora tersebut menggambarkan banyaknya suku dan kebudayaan di Aceh yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.

Makna Filosofis

Metafora tentang bunga yang berada di bawah sinar bulan dan tertiup angin menggambarkan potensi yang dimiliki perempuan Aceh. Potensi tersebut perlu diarahkan dan dikembangkan agar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Pesan Moral

Lirik mengenai bunga yang gugur dan layu mengandung pesan agar potensi yang dimiliki tidak disia-siakan. Bagian tersebut sebagai pengingat bahwa kemampuan seseorang harus dijaga dan dikembangkan agar tidak hilang begitu saja.

Makna Penutup Lagu

Pada bagian akhir lagu, bunga jeumpa kembali digambarkan memiliki aroma yang sangat harum. Metafora tersebut dimaknai sebagai pujian terhadap kecantikan dan keistimewaan perempuan Aceh yang semakin tampak apabila dikenal lebih dekat.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia