Konten dari Pengguna

Masa Kejayaan Kerajaan Aceh di Bawah Sultan Iskandar Muda

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesultanan Aceh. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesultanan Aceh. Foto: Pixabay.

Kesultanan Aceh Darussalam mencatat sejarah gemilang sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Nusantara. Kejayaan tertinggi terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang berkuasa antara tahun 1607 hingga 1636. Dalam periode tersebut, Aceh tidak hanya menjadi kekuatan maritim yang disegani, tetapi juga pusat peradaban Islam yang maju. Ekspansi wilayah, kekuatan militer, dan sistem perdagangan internasional menjadi penanda utama dari masa keemasan ini.

Puncak Kekuasaan Kesultanan Aceh pada Abad ke-17

Ekspansi Wilayah hingga Semenanjung Malaka

Berdasarkan Modul Pembelajaran SMA Sejarah Indonesia Kelas X oleh Mariana, Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Letaknya yang strategis di sekitar Selat Malaka menjadikan Aceh berkembang sebagai pusat pelayaran dan perdagangan internasional. Bandar Aceh dibuka sebagai bandar internasional dengan jaminan keamanan dari gangguan kapal perang Portugis. Pada masa itu wilayah kekuasaan Aceh membentang dari Deli hingga Semenanjung Malaka, meskipun Malaka sendiri belum berhasil dikuasai karena masih berada di bawah kekuasaan Portugis.

Perkembangan Ekonomi dan Perdagangan

Pada masa kejayaannya, perekonomian Aceh berkembang sangat pesat. Wilayah Aceh yang subur menghasilkan lada dalam jumlah besar sehingga menjadi komoditas utama perdagangan. Aktivitas perdagangan tidak hanya berlangsung di dalam wilayah kerajaan, tetapi juga menjangkau negara-negara Barat. Kapal-kapal dagang Aceh bahkan melakukan pelayaran hingga ke kawasan Laut Merah sehingga memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat perdagangan penting di kawasan.

Kemajuan Peradaban dan Sistem Pemerintahan Aceh

Kehidupan Sosial dan Pemerintahan

Kemakmuran yang dicapai Aceh mendorong berkembangnya sistem feodalisme. Dalam pemerintahan sipil terdapat golongan bangsawan yang disebut Teuku. Kehidupan masyarakat Aceh pada masa itu sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam yang menjadi dasar dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan

Aceh juga mengalami kemajuan dalam bidang sosial dan budaya. Pada masa ini disusun undang-undang tata pemerintahan yang dikenal sebagai Adat Makuta Alam. Selain itu, berkembang pula sastra dan filsafat Islam melalui tokoh-tokoh seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, dan Nuruddin Ar-Raniri yang menghasilkan berbagai karya penting tentang tasawuf, sejarah, adat istiadat, dan ajaran Islam.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia