Pendiri Kerajaan Mataram Kuno dan Dua Dinasti yang Memerintah
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8 Masehi. Jejak keberadaannya masih dapat ditelusuri melalui prasasti dan peninggalan arsitektur megah seperti candi yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Memahami siapa pendiri kerajaan ini menjadi penting untuk mengetahui bagaimana sistem pemerintahan dan struktur kekuasaan dibangun pada masa itu. Menariknya, Kerajaan Mataram Kuno tidak hanya diperintah oleh satu dinasti, melainkan ada dua dinasti besar yang meninggalkan warisan berbeda.
Rakai Mataram Sang Ratu sebagai Pendiri Kerajaan Mataram Kuno
Menurut artikel Dua Dinasti di Kerajaan Matarām Kuna: Tinjauan Prasasti Kalasan oleh Hariani Santiko, Kerajaan Mataram Kuno telah dikenal melalui Prasasti Canggal bertahun 732 Masehi yang menyebut Raja Sanjaya sebagai penguasa Mataram. Sementara itu, Prasasti Kalasan tahun 778 M memberikan informasi penting mengenai perkembangan politik dan keagamaan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran.
Pembangunan Candi Tara
Prasasti Kalasan menjelaskan bahwa bangunan suci untuk Dewi Tara didirikan atas permohonan guru-guru Raja Śailendra setelah memperoleh persetujuan Maharaja Dyah Pancapana Panangkarana. Prasasti tersebut juga menunjukkan berkembangnya ajaran Buddha Mahayana di Jawa Tengah pada abad ke-8 Masehi.
Legitimasi Kekuasaan
Prasasti Kalasan memperlihatkan adanya hubungan antara Maharaja Panangkarana dengan Raja Śailendravamśatilaka melalui pembangunan bangunan suci Tara. Hubungan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami dinamika politik dan keagamaan di Mataram Kuno.
Dua Dinasti yang Memerintah Kerajaan Mataram Kuno
Dinasti Sailendra dan Sanjaya
Berdasarkan hasil kajian terhadap Prasasti Kalasan, Kerajaan Mataram Kuno memiliki dua dinasti yang berkembang pada periode yang sama, yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Śailendra. Kedua dinasti tersebut memiliki latar belakang keagamaan yang berbeda dan tercatat dalam sejumlah prasasti di Jawa Tengah.
Bukti Prasasti
Keberadaan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Śailendra diketahui melalui sejumlah prasasti, seperti Prasasti Canggal, Kalasan, Kelurak, Abhayagiriwihara, dan Kayumwungan yang menjadi sumber penting dalam merekonstruksi sejarah Mataram Kuno.
Hubungan Kedua Dinasti
Hubungan antara Dinasti Sanjaya dan Dinasti Śailendra masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Salah satu pendapat yang banyak dikemukakan menyatakan bahwa kedua dinasti pernah terhubung melalui perkawinan politik antara Rakai Pikatan dan Pramodhawarddhani.
Kesimpulan
Keberadaan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Śailendra menunjukkan bahwa perkembangan politik dan keagamaan di Mataram Kuno berlangsung secara dinamis. Berbagai prasasti yang ditinggalkan kedua dinasti menjadi sumber penting untuk memahami sejarah kerajaan di Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia