Peureulak: Kerajaan Bercorak Islam Pertama di Indonesia
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Islam di Nusantara mencatat bahwa Kerajaan Peureulak menjadi kerajaan bercorak Islam pertama di Indonesia. Kerajaan yang berdiri di kawasan Aceh Timur ini memiliki peran penting dalam meletakkan dasar-dasar peradaban Islam di wilayah Nusantara. Memahami sejarah Peureulak dapat membantu kita mengetahui bagaimana Islam mulai berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Pembahasan ini akan mengulas tentang sejarah berdirinya hingga pengaruhnya terhadap perkembangan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Indonesia.
Sejarah Berdirinya Kerajaan Peureulak sebagai Kerajaan Islam Pertama
Kerajaan Peureulak sering disebut sebagai salah satu kerajaan Islam paling awal di Nusantara. Dalam buku Peureulak dalam Kancah Sejarah Islam Nusantara oleh Drs. H.T. Ahmad Fauzi Al-Hasany, menjelaskan bahwa kesultanan ini mulai berkembang sekitar tahun 840 M di wilayah Aceh Timur dan menjadi pusat perdagangan sekaligus penyebaran Islam. Namun, waktu berdirinya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.
Lahirnya Kesultanan Peureulak
Kesultanan Peureulak dipimpin oleh Sultan Alaiddin Sayyed Maulana Abdul Aziz Syah sebagai sultan pertamanya. Di bawah pemerintahannya, kerajaan berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus penyebaran Islam di kawasan pesisir Aceh.
Letak Strategis Peureulak
Letak Peureulak yang berada di jalur pelayaran antara India dan Tiongkok menjadikannya pelabuhan penting sejak masa awal. Posisi strategis tersebut mendorong masuknya para pedagang dari Arab, Persia, India, dan berbagai kawasan Asia yang kemudian membawa pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di wilayah ini.
Bukti Sejarah Keberadaan Peureulak
Keberadaan Kesultanan Peureulak didukung oleh berbagai manuskrip, berita asing, serta tradisi historiografi Aceh. Meskipun peninggalan arkeologisnya relatif terbatas, sejumlah sumber tertulis digunakan untuk merekonstruksi sejarah kerajaan tersebut.
Mengapa Peureulak Disebut Kerajaan Islam Pertama
Dalam sejumlah literatur sejarah Aceh, Peureulak sering disebut sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara karena sejak awal pemerintahannya telah dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai Islam. Meski demikian, pandangan ini masih menjadi bahan diskusi di kalangan sejarawan karena keterbatasan bukti sejarah yang tersedia.
Peran dan Pengaruh Kerajaan Peureulak dalam Penyebaran Islam
Selain berfungsi sebagai pusat pemerintahan, Peureulak berkembang sebagai pusat perdagangan dan dakwah Islam. Aktivitas para ulama serta pedagang Muslim yang singgah di kawasan ini berkontribusi terhadap meluasnya penyebaran Islam di wilayah pesisir Sumatra dan kawasan Nusantara lainnya.
Peureulak sebagai Pusat Pendidikan Islam
Tradisi keilmuan di Peureulak berkembang melalui lembaga pendidikan Islam seperti Zawiyah Cot Kala yang menjadi tempat belajar para ulama dan penuntut ilmu. Kehadiran pusat pendidikan tersebut memperkuat posisi Peureulak sebagai salah satu pusat perkembangan Islam di kawasan Aceh.
Pengaruh terhadap Kerajaan Islam Lain
Perkembangan Islam di Peureulak dipandang memberi kontribusi terhadap terbentuknya jaringan perdagangan, dakwah, dan keilmuan Islam di kawasan Aceh. Jaringan tersebut kemudian mendukung tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam lain di Nusantara, termasuk Samudera Pasai.
Jalur Penyebaran Islam
Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional memungkinkan Peureulak menjadi salah satu pintu masuk penyebaran Islam ke berbagai wilayah Nusantara. Melalui hubungan dagang dan aktivitas dakwah, ajaran Islam menyebar secara bertahap ke daerah-daerah lain di Sumatra maupun kawasan sekitarnya.
Warisan Budaya Islam
Jejak sejarah Peureulak masih dapat dikenali melalui berkembangnya tradisi keagamaan, lembaga pendidikan Islam, dan budaya masyarakat Aceh yang dipengaruhi proses islamisasi sejak masa awal. Warisan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Peureulak tidak hanya bersifat politik, tetapi juga sosial dan keagamaan.
Kondisi Peureulak Saat Ini
Meskipun kejayaan Kesultanan Peureulak telah lama berakhir, kawasan bekas pusat pemerintahannya masih memiliki nilai sejarah yang penting. Berbagai penelitian, tradisi lokal, dan kajian akademik terus dilakukan untuk memahami peran Peureulak dalam perkembangan Islam di Nusantara.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia