Konten dari Pengguna

Rumah Adat Sulawesi Tenggara dan Keunikannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sulawesi Tenggara. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sulawesi Tenggara. Foto: Pixabay.

Sulawesi Tenggara menyimpan kekayaan arsitektur tradisional yang menarik untuk dipelajari. Setiap suku di wilayah ini memiliki gaya bangunan yang mencerminkan identitas budaya dan cara hidup mereka. Rumah adat di provinsi ini bukan sekadar tempat tinggal biasa. Bangunan tersebut mengandung nilai filosofis, teknik konstruksi yang adaptif terhadap lingkungan, serta estetika yang khas dari masing-masing suku yang mendiami kawasan Sulawesi Tenggara.

Jenis-Jenis Rumah Adat di Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara memiliki beragam rumah adat yang mencerminkan identitas budaya masyarakatnya. Dalam buku Arsitektur Benteng dan Rumah Adat di Sulawesi oleh Kasdar, beberapa rumah adat yang menjadi ciri khas daerah ini, seperti Banua Tada, Banua Tada Tare Pata Pale, dan Malige, yang masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik arsitektur tersendiri.

Banua Tada

Rumah adat masyarakat Tolaki adalah Banua Tada, yaitu rumah panggung tradisional yang menjadi tempat tinggal masyarakat sekaligus mencerminkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Malige, Istana Kerajaan Buton

Malige merupakan rumah adat Kesultanan Buton yang dahulu digunakan sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarganya. Bangunan ini memiliki bentuk rumah panggung yang megah dan menjadi simbol kekuasaan sekaligus kebesaran Kesultanan Buton pada masa lampau.

Elemen Arsitektur Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Konstruksi Panggung dan Material Lokal

Rumah adat Sulawesi Tenggara umumnya dibangun dalam bentuk rumah panggung. Bentuk tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan arsitektur dengan kondisi lingkungan sekaligus memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitarnya.

Material Bangunan

Material bangunan rumah adat Sulawesi Tenggara memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Penggunaan material lokal tersebut mencerminkan kearifan masyarakat dalam membangun hunian yang sesuai dengan kondisi alam dan kebutuhan hidup mereka.

Teknik Sambungan Bangunan

Salah satu keunikan rumah adat Sulawesi Tenggara adalah penggunaan teknik sambungan kayu tradisional tanpa paku. Sistem konstruksi tersebut menunjukkan keterampilan masyarakat dalam membangun rumah yang kokoh sekaligus mencerminkan kearifan lokal di bidang arsitektur.

Filosofi Ruang dalam Rumah Adat

Rumah adat Sulawesi Tenggara memiliki pembagian ruang secara vertikal yang melambangkan tiga tingkatan kehidupan. Bagian bawah menggambarkan dunia bawah, ruang utama menjadi simbol kehidupan manusia, sedangkan bagian atas melambangkan dunia yang bersifat sakral menurut kepercayaan masyarakat setempat.

Penempatan Ruang

Pembagian ruang pada rumah adat Sulawesi Tenggara disesuaikan dengan fungsi masing-masing bagian rumah. Penataan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat mengatur aktivitas sehari-hari sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan keluarga.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia