Sejarah Berdiri dan Perkembangan Kerajaan Kutai Kartanegara
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan salah satu kerajaan penting di Kalimantan Timur yang mengalami perkembangan politik, sosial, dan keagamaan selama lebih dari empat abad. Perjalanan kerajaan ini ditandai oleh pergantian raja, perluasan wilayah, masuknya Islam, hingga perpindahan pusat pemerintahan yang membentuk identitas Kerajaan Kutai Kartanegara.
Berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara
Menurut artikel Silsilah Dan Perkembangan Kerajaan Kutai Kartanegara (1300-1732) oleh Hendi Sopian dan Norhidayat, Kerajaan Kutai Kartanegara didirikan sekitar tahun 1300 M oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti di wilayah Jaitan Layar (Kutai Lama). Menurut Hikayat Kutai, pendiri kerajaan memiliki asal-usul yang bersifat mitologis sebagai keturunan dari kayangan. Pada masa pemerintahannya, Kutai Kartanegara mulai dikenal oleh kerajaan lain, terutama melalui hubungan dengan Majapahit.
Pergantian Kepemimpinan Kerajaan
Setelah Aji Batara Agung Dewa Sakti wafat, pemerintahan diteruskan oleh Paduka Nira, kemudian Maharaja Sultan, Aji Raja Mandarsyah, Pangeran Tumenggung, hingga Raja Mahkota. Pergantian kekuasaan berlangsung berdasarkan garis keturunan kerajaan, dengan tetap mempertahankan adat istiadat dan sistem pewarisan tahta yang ketat. Pada masa ini hubungan politik dengan Majapahit juga terus dipelihara.
Masuknya Agama Islam
Perubahan besar terjadi pada masa pemerintahan Raja Mahkota sekitar tahun 1525 ketika Tuan Tunggung Parangan mulai menyebarkan agama Islam di Kutai Kartanegara. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari masyarakat yang masih memegang kepercayaan lama, Islam akhirnya diterima dan menjadi agama kerajaan. Penguasa berikutnya, Aji Di Langgar, melanjutkan penyebaran Islam sehingga agama tersebut semakin berkembang di wilayah Kutai.
Penaklukan Martadipura
Pada masa Pangeran Sinum Panji Mendapa, Kerajaan Kutai Kartanegara melakukan ekspansi ke Muara Kaman dan berperang melawan Kerajaan Martadipura. Setelah peperangan yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, Kutai Kartanegara berhasil meraih kemenangan. Kemenangan ini mengakhiri Dinasti Mulawarman dan melahirkan kerajaan baru yang dikenal sebagai Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Perpindahan Pusat Kerajaan
Setelah beberapa kali pergantian raja, pusat pemerintahan akhirnya dipindahkan dari Kutai Lama ke Pemarang (Jembayan) pada masa Pangeran Dipati Tua. Pemindahan dilakukan karena Kutai Lama sering diserang perompak Lanun Solok yang mengganggu keamanan kerajaan. Setelah berpindah ke Jembayan, kondisi pemerintahan menjadi lebih aman dan stabil hingga masa Pangeran Anum Panji Mendapa, yang kemudian menyerahkan tahta kepada Aji Muhammad Idris sebagai sultan.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia