Konten dari Pengguna

Sejarah Malaysia dari Kerajaan Melayu hingga Kini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Malaysia. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Malaysia. Foto: Pixabay.

Malaysia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menarik, dimulai dari era kerajaan maritim hingga menjadi negara maju di Asia Tenggara. Perjalanan ini melibatkan pengaruh kerajaan Melayu kuno, kolonialisme Eropa, perjuangan kemerdekaan, hingga transformasi menjadi federasi modern yang kita kenal saat ini. Memahami sejarah Malaysia memberikan gambaran bagaimana negara ini terbentuk melalui berbagai fase penting. Dari kejayaan Kesultanan Melaka sebagai pusat perdagangan rempah, masa kelam di bawah penjajahan, hingga bangkit sebagai negara berdaulat dengan identitas multikultural yang kuat.

Masa Kerajaan Melayu dan Kedatangan Penjajah Eropa

Era Kerajaan Melayu Awal

Berdasarkan artikel history of Malaysia oleh Britannica, pada periode awal perkembangannya, wilayah Semenanjung Melayu berada di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan maritim di Selat Melaka sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13. Dominasi kerajaan ini menjadikan kawasan Melayu sebagai bagian penting dari jaringan perdagangan dan penyebaran budaya di Asia Tenggara.

Sekitar awal abad ke-15, Kesultanan Melaka berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang mempertemukan pedagang dari Tiongkok, India, Timur Tengah, dan berbagai wilayah Asia maupun Eropa. Letaknya yang strategis membuat Melaka tumbuh sebagai pelabuhan terpenting di kawasan tersebut.

Selain menjadi pusat perdagangan, Melaka berperan besar dalam penyebaran agama Islam di dunia Melayu. Masa kejayaannya berakhir ketika Portugis berhasil merebut kota tersebut pada tahun 1511 dalam ekspedisi yang dipimpin Alfonso de Albuquerque.

Periode Kolonial Eropa

Setelah merebut Melaka pada tahun 1511, Portugis menguasai kota pelabuhan tersebut selama lebih dari satu abad dengan tujuan mengendalikan perdagangan di Selat Melaka. Pada tahun 1641, kekuasaan Portugis berakhir setelah Belanda mengambil alih wilayah tersebut.

Pengaruh Inggris mulai berkembang ketika memperoleh Pulau Penang pada tahun 1786, mendirikan Singapura pada tahun 1819, dan memperoleh Melaka melalui Perjanjian Inggris–Belanda tahun 1824. Ketiga wilayah itu kemudian dihimpun dalam administrasi kolonial yang dikenal sebagai Straits Settlements.

Perjanjian Pangkor tahun 1874 menjadi tonggak penting dalam perluasan kekuasaan Inggris di Semenanjung Melayu. Melalui sistem residen, Inggris memperoleh kewenangan besar dalam urusan pemerintahan negeri-negeri Melayu, sementara urusan agama Islam dan adat istiadat tetap berada di bawah wewenang para sultan. Sistem ini kemudian menjadi dasar meluasnya pengaruh kolonial Inggris di kawasan tersebut.

Perjuangan Kemerdekaan dan Pembentukan Malaysia Modern

Pendudukan Jepang dan Kebangkitan Nasionalisme

Pendudukan Jepang pada tahun 1941–1945 membawa perubahan besar terhadap kondisi politik di Malaya. Meskipun menimbulkan berbagai kesulitan, berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris selama masa perang turut membangkitkan kesadaran nasional dan memperkuat tuntutan menuju kemerdekaan.

Setelah Jepang menyerah, Inggris mengusulkan pembentukan Malayan Union pada tahun 1946. Rencana tersebut mendapat penolakan luas dari masyarakat Melayu karena dianggap mengurangi kedudukan para sultan dan hak-hak orang Melayu. Penolakan itu kemudian mendorong berdirinya United Malays National Organisation (UMNO).

Sebagai penggantinya, Federation of Malaya dibentuk pada tahun 1948 dengan memberikan peran yang lebih besar kepada para sultan dan masyarakat Melayu. Pada masa yang sama, pemerintah kolonial juga menghadapi pemberontakan komunis dalam Perang Darurat Malaya yang berlangsung hingga tahun 1960.

Jalan Menuju Kemerdekaan

Pemilihan umum tahun 1955 menghasilkan kemenangan besar bagi Partai Aliansi yang dipimpin oleh Tunku Abdul Rahman. Hasil tersebut memperkuat posisi pemerintah Malaya dalam melakukan perundingan kemerdekaan dengan Inggris.

Perundingan yang berlangsung di London menghasilkan kesepakatan untuk memberikan kemerdekaan kepada Persekutuan Tanah Melayu. Pada 31 Agustus 1957, negara tersebut resmi merdeka dengan Tunku Abdul Rahman dilantik sebagai Perdana Menteri pertama.

Pembentukan Malaysia

Pada tahun 1961, Tunku Abdul Rahman mengusulkan pembentukan negara baru yang menghimpun Persekutuan Tanah Melayu, Sabah, Sarawak, dan Singapura dalam satu federasi. Gagasan tersebut diwujudkan pada 16 September 1963 dengan berdirinya Federasi Malaysia.

Pembentukan Malaysia memicu Konfrontasi Indonesia–Malaysia yang berlangsung antara tahun 1963 hingga 1966. Selain itu, perbedaan pandangan politik dan kepentingan ekonomi menyebabkan Singapura memisahkan diri dari Federasi Malaysia pada tahun 1965.

Kerusuhan rasial pada 13 Mei 1969 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik Malaysia. Sebagai respons, pemerintah kemudian memperkenalkan Kebijakan Ekonomi Baru (New Economic Policy) pada tahun 1971 untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antar-etnis sekaligus memperkuat stabilitas nasional.

Sejak dekade 1970-an, Malaysia mengalami transformasi ekonomi dari negara yang bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan menuju negara industri dan jasa. Pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, serta kebijakan industrialisasi mendorong Malaysia menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi yang pesat di Asia Tenggara.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia