Tujuan Berdirinya ASEAN dan Latar Belakangnya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawasan Asia Tenggara pasca-Perang Dunia II menghadapi tantangan besar dalam stabilitas politik dan ekonomi. Kondisi geopolitik yang rentan konflik membuat negara-negara di kawasan ini membutuhkan kerja sama yang solid untuk menjaga keamanan bersama.
Pada 8 Agustus 1967, lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand sepakat membentuk Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN melalui Deklarasi Bangkok. Pembentukan organisasi regional ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk menciptakan stabilitas kawasan dan mempercepat pembangunan ekonomi bersama.
Latar Belakang Pembentukan ASEAN
Situasi Geopolitik pada Masa Perang Dingin
Pembentukan ASEAN tidak dapat dipisahkan dari kondisi geopolitik Asia Tenggara pada masa Perang Dingin. Pada saat itu, kawasan ini berada di tengah persaingan ideologi antara Blok Barat dan Blok Timur yang memicu berbagai konflik politik dan keamanan. Negara-negara Asia Tenggara menyadari pentingnya membangun kerja sama regional agar mampu menjaga stabilitas kawasan dan mengurangi potensi konflik antarnegara.
Menurut artikel Urgensi Pembentukan Association of Southeast Asian Nations Court of Justice (Pengadilan ASEAN) sebagai Lembaga Penyelesaian Sengketa Hukum Internasional Regional untuk Menanggulangi Berbagai Sengketa di Asia Tenggara oleh Ahmad Adi Fitriyadi dan Fikry Latukau, selain menghadapi tantangan keamanan, negara-negara di kawasan juga memiliki pengalaman sejarah yang hampir serupa sebagai wilayah yang pernah mengalami penjajahan. Persamaan pengalaman tersebut menumbuhkan semangat solidaritas dan kerja sama untuk membangun masa depan kawasan secara bersama-sama.
Kebutuhan Kerja Sama Ekonomi
Negara-negara Asia Tenggara juga memiliki kepentingan untuk mempercepat pembangunan ekonomi melalui kerja sama regional. Potensi sumber daya alam yang besar serta letak kawasan yang strategis mendorong negara-negara di Asia Tenggara untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, negara-negara anggota berharap dapat saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, teknologi, dan administrasi sehingga pembangunan kawasan dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Tokoh Kunci dan Deklarasi Bangkok
ASEAN resmi dibentuk melalui Deklarasi Bangkok yang ditandatangani pada 8 Agustus 1967 oleh lima menteri luar negeri dari negara pendiri, yaitu Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Narciso R. Ramos (Filipina), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand). Deklarasi tersebut menjadi dasar berdirinya ASEAN sebagai organisasi kerja sama regional di Asia Tenggara.
Seiring perkembangannya, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja bergabung sebagai anggota sehingga ASEAN kini beranggotakan sepuluh negara di kawasan Asia Tenggara.
Tujuan Utama Berdirinya ASEAN
Mewujudkan Stabilitas Politik dan Keamanan
Salah satu tujuan utama pembentukan ASEAN adalah menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara anggota berkomitmen menyelesaikan berbagai perbedaan melalui dialog, diplomasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
ASEAN saat ini telah memiliki berbagai mekanisme penyelesaian sengketa, seperti dialog, konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, arbitrase, dan penggunaan pengadilan internasional. Mereka juga mengemukakan gagasan mengenai pentingnya pembentukan ASEAN Court of Justice sebagai lembaga penyelesaian sengketa regional yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Gagasan tersebut masih berupa usulan akademik dan belum menjadi lembaga resmi ASEAN.
Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi dan Sosial
ASEAN dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan. Negara-negara anggota bekerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan administrasi guna menciptakan pembangunan yang lebih merata.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan sekaligus memperkuat hubungan antarnegara anggota dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Memajukan Kerja Sama Kebudayaan dan Pendidikan
Selain bidang politik dan ekonomi, ASEAN juga bertujuan mempererat hubungan sosial dan kebudayaan di antara negara-negara anggotanya. Berbagai program pertukaran pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pelestarian budaya dilakukan untuk memperkuat rasa saling pengertian dan identitas kawasan Asia Tenggara.
Melalui kerja sama tersebut, ASEAN berupaya menciptakan kawasan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga harmonis, beragam, dan mampu menjaga warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Asia Tenggara.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia