Konten dari Pengguna

Apakah Gunung Salak Masih Aktif? Ini Dia Penjelasannya untuk Calon Pendaki

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Gunung Salak Masih Aktif. Foto: Gunung Salak. Sumber: unsplash.com/Ishaq Robin.
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Gunung Salak Masih Aktif. Foto: Gunung Salak. Sumber: unsplash.com/Ishaq Robin.

Apakah Gunung Salak masih aktif menjadi pertanyaan yang seringkali muncul oleh para pendaki. Hal ini untuk membantu para pendaki yang hendak naik gunung untuk selalu waspada dan menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang cukup.

Gunung Salak termasuk gunung berapi tua yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa. Lokasinya masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Apakah Gunung Salak Masih Aktif? Simak Informasinya di Sini

Apakah Gunung Salak Masih Aktif. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Armen Harutunian.

Gunung Salak adalah salah satu gunung favorit untuk mendaki dengan ketinggian 2.215 mdpl. Tak heran jika banyak calon pendaki yang bertanya apakah Gunung Salak masih aktif? Hal ini berguna untuk tetap waspada saat berencana naik gunung tersebut.

Berdasarkan buku Mountain Climbing for Everybody: Panduan Mendaki Gunung. Harley B.S. (2007:124), ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui oleh para pendaki. Beberapa di antaranya adalah jalur Wanawisata Cangkuang-Cidahu, jalur Cimelati, dan jalur Pasir Reungit-Wanawisata Gunung Bunder.

Gunung Salak masih tergolong ke dalam gunung berapi stratovolcano (strato) aktif tipe A. Tipe A menandakan bahwa gunung tersebut masih berpotensi untuk mengeluarkan letusan dan aktivitas vulkanik. Berikut beberapa aktivitas vulkanik Gunung Salak yang perlu diketahui:

  1. Erupsi pertama di tahun 1699, akibatnya hutan di sekitar kawasan Gunung Salak rusak.

  2. Erupsi berupa letusan freatik di Kawah Cikuluwung Putri pada tahun 1761, 1780, 1902-1903, 1919, 1929, 1935, 1936, dan 1938.

  3. Gempa tektonik lokal pada Desember 2023 dengan magnitudo 4,0 di barat daya Kota Bogor.

  4. Gempa bermagnitudo 4,1 di kawasan Gunung Salak, Bogor pada April 2025

Sebagaimana dikutip dari situs kemendikdasmen.go.id, calon pendaki yang memiliki rencana naik Gunung Salak tetap perlu waspada. Pasalnya, mulai adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Salak beberapa waktu lalu.

Pendaki juga perlu menyiapkan fisik yang kuat dan perlengkapan yang cukup. Mulai dari perbekalan, pakaian hangat, dan perlengkapan tidur seperti tenda dan sleeping bag.

Baca Juga: Naik Gunung Salak Berapa Jam dari Jalur Cidahu? Ini Jawabannya sebagai Panduan

Jadi, apakah Gunung Salak masih aktif? Jawabannya, ya. Gunung Salak masih tergolong aktif tipe A, sehingga para pendaki yang berencana naik Gunung Salak dalam waktu dekat. (NAI)