Konten dari Pengguna

Desa Terbersih di Bali: Desa Penglipuran dan 3 Fakta Menariknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Terbersih di Bali. Foto: Desa Penglipuran. Sumber: Unplash/Satria Setiawan
zoom-in-whitePerbesar
Desa Terbersih di Bali. Foto: Desa Penglipuran. Sumber: Unplash/Satria Setiawan

Desa Penglipuran menjadi desa terbersih di Bali. Bahkan di tahun 2023, desa yang terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli ini dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik versi PBB. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Bali, dikutip dari penglipuran.com, telah menetapkan Desa Penglipuran sebagai “Desa Wisata” sejak tahun 1993. Seiring berkembangnya zaman, saat ini Penglipuran terus didatangi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

3 Fakta Menarik Desa Penglipuran sebagai Desa Terbersih di Bali

Desa terbersih di Bali. (Foto hanya ilustrasi bukan tempat sesungguhnya) sumber: Pexels/Marek Pwinicki

Bukan hanya sekadar mendapatkan predikat desa terbersih di Bali, Desa Penglipuran memiliki informasi dan sejarah yang bikin siapa saja yang mengunjungi berdecak kagum. Berikut ini 3 fakta menarik yang bisa dipelajari oleh wisatawan yang akan datang.

1. Ada Sejak Zaman Kerajaan Bangli

Desa Penglipuran bukanlah sebuah desa baru yang disengaja diperbaiki untuk kepentingan perlombaan desa terbersih di Bali. Desa yang juga menjadi ikon Bali ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Bangli, yakni sekitar 700 tahun yang lalu, tepatnya abad ke -14.

Maka dari itu, Penglipuran juga disebut sebagai desa tradisional yang mana menawarkan perpaduan yang harmoni antara budaya, alam dan ketenangan. Berbagai aktivitas budaya hampir setiap harinya selalu ada untuk dinikmati oleh wisatawan sembari menikmati udara segar.

2. Hutan Bambu

Terus menghargai lingkungan sekitar, faktanya bahwa ada hutan bambu di sekeliling Desa Penglipuran. Sejarahnya pun mengonfirmasi bahwa sebelum adanya Desa Penglipuran, terlebih dulu ditumbuhi oleh hutan bambu dan bertahan hingga kini.

Saat ini, hutan bambu yang masih subur di area Desa Penglipuran berfungsi sebagai resapan air sehingga tidak ada genangan air saat hujan deras. Ini menjadi salah satu bukti kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.

3. Tata Ruang Tri Hita Karana

Masyarakat Bali memang mayoritas beragama Hindu yang mana sangat menjunjung tinggi makna Tri Hita Karana. Makna ini berarti adanya keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan alam semesta, dan manusia dengan lingkungannya.

Tidak heran dalam penataan ruang Desa Penglipuran menganut pemaknaan tersebut. Tata ruang di desa ini dibagi menjadi tiga wilayah utama, yakni utama mandala, madya mandala, dan nista mandala.

Baca Juga: Sewa Baju Adat di Desa penglipuran: Cara Sewa dan Kisaran Harganya

Itulah 3 fakta menarik dari Desa Penglipuran yang menjadi desa terbersih di Bali bahkan di dunia. Bukan hanya menyoal kebersihan saja, melainkan juga ada sisi-sisi lain yang banyak orang tidak tahu tentang Desa Penglipuran yang malah bikin penasaran dan menarik untuk mengunjungi.(EvE)