Konten dari Pengguna

Ruwatan Anak Gimbal Dieng: Tradisi Masyarakat Wonosobo, Jawa Tengah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak Gimbal Dieng. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Oscar Obians
zoom-in-whitePerbesar
Anak Gimbal Dieng. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Oscar Obians

Dieng merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai tradisi unik. Tradisi tersebut adalah ruwatan anak gimbal Dieng. Anak gimbal yang ada di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah umumnya akan mengikuti tradisi ruwatan.

Tradisi tersebut mencakup banyak rangkaian, contohnya ziarah ke tempat suci, arak-arakan, serta pemotongan rambut. Keberadaan tradisi ruwatan rambut gimbal terjadi karena mitos yang berkembang, yakni tentang musibah atau masalah.

Tradisi Ruwatan Anak Gimbal Dieng di Wonosobo

Anak Gimbal Dieng. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Rizknas

Indonesia mempunyai banyak tradisi yang berasal dari kepercayaan terhadap mitos. Salah satu di antaranya adalah tentang mitos anak gimbal Dieng.

Menurut mitos yang beredar, rambut gimbal dapat membawa masalah atau musibah di kemudian hari. Dikutip dari buku Potret Negeriku, Nugraha, dkk. (2017: 20), menurut kepercayaan masyarakat Dieng, tidak boleh memotong rambut anak gimbal secara sembarangan.

Proses pemotongan rambut gimbal pun harus melalui upacara khusus, yakni ruwatan. Ruwat dalam bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai terlepas dari nasib buruk yang akan menimpa.

Arti tersebut selaras dengan tujuan ruwatan anak gimbal yang biasa dilakukan oleh masyarakat dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tradisi ruwatan anak gimbal tersebut memiliki rangkaian yang panjang.

Rangkaian Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal

Anak Gimbal Dieng. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Fenna van Casand

Ruwatan rambut gimbal merupakan tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakat dataran tinggi Dieng. Hal itu terjadi seiring dengan banyaknya anak-anak dataran tinggi Dieng yang mempunyai rambut gimbal.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Wonosobo, Nugroho, dkk. (2020: 9), masyarakat Dieng percaya bahwa rambut gimbal harus dipangkas agar anak terhindar dari malapetaka dan kesialan.

Proses pemangkasan rambut tersebut harus melalui tata cara khusus. Beberapa rangkaian ruwatan rambut gimbal, antara lain:

1. Ziarah

Acara ruwatan rambut gimbal biasanya dimulai dengan ziarah ke tempat yang dianggap suci. Para tetua adat akan mengambil air dari tujuh mata air di Dieng.

2. Ruwatan

Anak-anak berambut gimbal akan dikumpulkan di rumah tetua adat. Setelah itu, proses arak-arakan pun akan berlangsung dengan membawa gunungan berisi hasil panen.

3. Candi Arjuna

Setelah arak-arakan selesai, masyarakat akan menuju Kompleks Candi Arjuna. Proses pemotongan rambut pun akan berlangsung di salah satu candi dalam Kompleks Candi Arjuna.

Baca juga: Curug Sikarim Dieng, Curug dengan Aliran Air dari Telaga Cebong yang Menawan

Jadi, ruwatan anak gimbal Dieng memiliki kaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap mitos tentang rambut gimbal. Tradisi tersebut merupakan bukti kekayaan budaya Indonesia, khususnya di dataran tinggi Dieng. (AA)