Konten dari Pengguna

Saat Jatuh Cinta, Kita Lupa Bahwa Suatu Hari Bisa Digantikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jenny Salsa Billa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sedang Bersedih. (sumber: shutterstock.com).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sedang Bersedih. (sumber: shutterstock.com).

Saat jatuh cinta, kita sering merasa bahwa orang yang sedang bersama kita akan selalu berada di sana. Perhatian yang diberikan, kebiasaan yang dibangun, dan berbagai rencana yang dibicarakan perlahan membuat kita merasa memiliki tempat yang aman dalam hidup seseorang. Tanpa sadar, rasa nyaman tersebut dapat membuat kita lupa bahwa hubungan manusia selalu memiliki kemungkinan untuk berubah.

Ketika seseorang memperlakukan kita dengan baik, mudah untuk membayangkan bahwa perasaan itu akan bertahan selamanya. Kita mulai terbiasa menerima pesan, mendengar kabarnya setiap hari, dan menjadi orang yang pertama kali dicari ketika ada sesuatu yang ingin diceritakan. Kehadiran yang terus-menerus akhirnya terasa seperti kepastian, padahal tidak ada hubungan yang bisa memberikan jaminan tentang masa depan.

Kita juga sering menganggap posisi sebagai orang yang dicintai tidak akan tergantikan. Selama hubungan berjalan baik, kemungkinan bahwa seseorang suatu hari memilih jalan berbeda terasa begitu jauh. Bahkan ketika melihat hubungan orang lain berakhir, kita mungkin berpikir bahwa hal tersebut tidak akan terjadi pada hubungan sendiri.

Menurut saya, menyadari bahwa seseorang bisa pergi atau memilih orang lain bukan berarti kita harus menjalani hubungan dengan rasa curiga. Kesadaran tersebut justru dapat mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak sama dengan memiliki kendali penuh atas perasaannya. Setiap orang tetap memiliki pilihan, termasuk untuk menentukan apakah ingin bertahan atau melanjutkan hidup dengan arah yang berbeda.

Hal yang sering terasa menyakitkan bukan hanya ketika hubungan berakhir, tetapi ketika kita mulai membandingkan diri dengan orang yang datang setelah kita. Muncul pertanyaan tentang apa yang kurang dari diri sendiri, mengapa orang lain bisa dipilih, atau apakah kita memang tidak cukup baik. Padahal, keputusan seseorang untuk pergi tidak otomatis menjadi bukti bahwa orang yang ditinggalkan memiliki kekurangan.

Hubungan juga tidak selalu berakhir karena ada seseorang yang lebih baik. Terkadang dua orang berubah, kebutuhan mereka tidak lagi sama, atau kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda. Kehadiran orang baru mungkin terjadi setelahnya, tetapi hal tersebut tidak menghapus arti dari hubungan yang pernah ada sebelumnya.

Masalahnya, ketika terlalu bergantung pada posisi sebagai satu-satunya orang yang dipilih, kita bisa lupa membangun kehidupan di luar hubungan. Waktu, perhatian, dan kebahagiaan perlahan hanya berpusat pada satu orang. Ketika hubungan tersebut berubah, yang terasa hilang bukan hanya pasangan, tetapi juga rutinitas dan bagian dari diri yang selama ini terlalu bergantung pada kebersamaan.

Karena itu, mencintai seseorang tetap perlu disertai dengan kemampuan untuk menjaga kehidupan sendiri. Memiliki teman, keluarga, kegiatan, cita-cita, dan ruang pribadi bukan berarti mengurangi rasa sayang. Justru hal tersebut membantu kita tetap memiliki pijakan ketika hubungan sedang menghadapi perubahan.

Tidak ada yang salah dengan merasa bahagia karena menjadi pilihan seseorang. Yang perlu diingat adalah status tersebut bukan jaminan bahwa kita akan selalu menjadi pilihan untuk selamanya. Perasaan manusia dapat berkembang, keadaan dapat berubah, dan keputusan hidup bisa membawa seseorang ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Menyadari kemungkinan tersebut bukan berarti harus mempersiapkan diri untuk ditinggalkan setiap hari. Kita tetap bisa mencintai dengan tulus, memberikan kepercayaan, dan menikmati kebersamaan tanpa terus memikirkan bagaimana jika semuanya berakhir. Hanya saja, kita juga perlu mengingat bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh apakah seseorang memilih kita atau memilih orang lain.

Saat jatuh cinta, mungkin kita memang sering lupa bahwa suatu hari bisa digantikan. Namun, yang lebih penting untuk diingat adalah bahwa tergantikan dalam kehidupan seseorang tidak berarti kehilangan nilai sebagai manusia. Ada hubungan yang selesai tanpa membuat salah satu pihak menjadi kurang berharga. Kita tetap memiliki kehidupan, identitas, dan kesempatan untuk dicintai dalam bentuk yang berbeda setelah sebuah hubungan tidak lagi menjadi tempat untuk tinggal.

Jenny Salsa Billa Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.