Konten dari Pengguna

Program Kerja FBD UB Kelompok 57: Maksimalkan Potensi Desa Wisata Sumberoto

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Juwita Ayunda Prameswari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok 57 FBD UB resmi melaksanakan kegiatan KKN pada tanggal 2 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Desa Sumberoto yang berlokasi di Malang Selatan. Lokasi desa ini strategis, berjarak tak jauh dari pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Hal ini menjadi salah satu potensi besar di Desa Sumberoto dalam sektor pariwisata yang harus dimanfaatkan hingga maksimal.

Mengetahui hal tersebut, Kelompok 57 turut andil dalam memaksimalkan potensi wisata Desa Sumberoto dengan menjadikan Badan Usaha Milik Desa sebagai kolaborator utama. Kelompok 57 berupaya memfokuskan program-program kerjanya dalam lingkup masifikasi pemasaran identitas Desa Wisata Sumberoto dan dalam lingkup revitalisasi pada dua area, yaitu Pantai Modangan dan Paralayang yang terletak di Bukit Waung yang masih termasuk dalam wilayah Desa Wisata Sumberoto.

Salah satu program kerja utama yang diusung dalam masifikasi pemasaran identitas Desa Wisata Sumberoto adalah pembuatan company profile Pantai Modangan dan Paralayang Bukit Waung. Isi dari video company profile tersebut adalah fasilitas wisata dan spot-spot cantik di area wisata yang dirilis di YouTube official @desawisatasumberoto2387.

“Harapannya dari pembuatan company profile tersebut ya, perekonomian Paralayang semakin membaik dan pesat, ramai pengunjung, mudah dikenali, intinya melanjutkan yang sudah baik agar lebih baik lagi,” ungkap Heba Tasya selaku sutradara company profile.

Kelompok 57 di depan proker revitalisasi Paralayang Bukit Waung

Selain pembuatan company profile, beberapa upaya dalam memasarkan identitas Desa Wisata Sumberoto juga terbukti nyata melalui adanya penambahan desain booklet untuk wisatawan dan juga stiker logo Desa Wisata Sumberoto yang akan diberikan di loket pembayaran. Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan agar identitas Desa Wisata Sumberoto semakin dikenal banyak orang.

Kelompok 57 juga melakukan program kerja revitalisasi area wisata, yaitu mengukir tulisan ‘Bukit Waung’ sebagai identitas dan spot foto baru di wisata Paralayang Bukit Waung. Penanggung jawab program kerja sekaligus koordinator desa Kelompok 57, Farid Hilmi, mengaku senang dengan hasil pemanfaatan kayu tak terpakai yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk revitalisasi Paralayang Bukit Waung.

Beberapa program kerja revitalisasi lainnya yang digagas oleh Kelompok 57 juga menyasar aspek keamanan, kenyamanan, dan edukasi wisatawan. Untuk meningkatkan keselamatan di jalur menuju Pantai Modangan yang cukup berliku, Kelompok 57 memasang kaca cembung di tikungan tajam guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, demi menjaga keselamatan pengunjung, mereka turut memasang papan peringatan bertuliskan “Dilarang Mandi” di area pantai yang memiliki ombak besar dan arus kuat. Tak hanya itu, demi mengantisipasi potensi bahaya di jalur wisata, kelompok ini juga menambahkan banner peringatan di beberapa titik tanjakan dan turunan yang rawan kecelakaan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap risiko dalam aktivitas wisata ekstrem seperti paralayang, Kelompok 57 juga menyusun dan membagikan booklet panduan pertolongan pertama pada kecelakaan paralayang. Booklet tersebut berisikan informasi praktis dan sederhana mengenai langkah-langkah darurat yang bisa dilakukan oleh pengunjung atau pengelola wisata ketika terjadi kecelakaan, termasuk kontak darurat dan prosedur dasar penanganan cedera. Seluruh program kerja tersebut menjadi bukti konkret komitmen Kelompok 57 dalam mendukung pengembangan wisata Desa Sumberoto yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman dan ramah bagi pengunjung dari berbagai kalangan.