Syarat dan Cara Daftar Ulang SNMPTN 2022

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasil SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sudah resmi diumumkan pada 29 Maret 2022. Sebanyak 120.643 siswa dinyatakan lulus dan wajib melakukan verifikasi atau daftar ulang. Namun, bagaimana cara daftar ulang SNMPTN 2022?
Menurut Mochamad Ashari, Ketua LTMPT di Gedung Kemendikbud Ristek, siswa yang dinyatakan lulus segera mengecek jadwal verifikasi data akademik dan registrasi ulang di PTN tempatnya diterima. Dalam verifikasi data akademik, ada beberapa persyaratan yang ditetapkan.
Untuk informasi lebih lengkap tentang persyaratan dan tahapan untuk mendaftar ulang, simak ulasan artikel di bawah ini.
Cara Daftar Ulang SNMPTN 2022
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap universitas memiliki persyaratannya tersendiri yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa baru. Namun, umumnya, dokumen yang dijadikan sebagai persyaratan, di antaranya:
Bukti pembayaran UKT semester awal, kecuali untuk calon mahasiswa yang mengikuti program Bidikmisi.
Calon mahasiswa Bidikmisi hanya perlu melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan dan kecamatan, tagihan rekening listrik selama 2 bulan terakhir, slip gaji orang tua, serta beberapa dokumen lainnya.
Bukti pendaftaran ikut SNMPTN 2022.
Fotokopi rapor beserta dokumen aslinya.
Fotokopi Ijazah serta Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) beserta dokumen aslinya yang sudah dilegalisasi.
Pas foto 3 x 4 dan 4 x 6.
Setelah mengetahui persyaratan apa saja yang dibutuhkan, berikut adalah cara daftar ulang SNMPTN 2022.
Login ke website resmi perguruan tinggi negeri (PTN) dengan menggunakan nomor pendaftaran atau tanggal lahir calon mahasiswa baru.
Calon mahasiswa baru mengisi formulir online yang disediakan oleh masing-masing PTN yang dipilih.
Lengkapi data diri yang diperlukan
Setelah formulir daftar ulang selesai diisi, cetak formulir tersebut untuk bukti.
Setelah proses ini, website akan menunjukkan rincian Uang Kuliah Tunggal atau UKT per semester yang harus dibayar oleh mahasiswa baru.
Biaya Kuliah Jalur SNMPTN
Penerapan biaya kuliah di PTN dikenal dengan sebutan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Dalam menentukan jumlah biaya kuliah yag akan dibayarkan, setiap PTN memiliki ketentuannya tertentu.
UKT ditentukan berdasarkan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Oleh karena itu, setiap mahasiswa harus mengisi form yang berhubungan dengan kondisi ekonomi keluarganya.
Umumnya, beberapa komponen yang akan digunakan untuk mengetahui kondisi ekonomi adalah gaji orang tua, aset, pajak bumi dan bangunan, rumah, dan lain sebagainya.
Setelah melihat dari data-data tersebut, pihak kampus akan membagi besaran UKT sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Itu sebabnya, besaran UKT akan dibagi menjadi beberapa golongan tergantung dari pihak kampus.
Meski demikian, program studi atau jurusan yang dipilih oleh calon mahasiswa baru juga berpengaruh pada biaya UKT yang diberikan. Sebagai contoh, berikut rincian biaya kuliah jalur SNMPTN yang bisa jadi gambaran untuk calon mahasiswa baru, di antaranya:
UKT 0 untuk peserta bidikmisi
UKT 1 untuk yang berpenghasilan ≤ 500.000
UKT 2 500.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 2.000.000
UKT 3 2.000.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 3.500.000
UKT 4 3.500.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 5.000.000
UKT 5 5.000.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 10.000.000
UKT 6 10.000.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 20.000.000
UKT 7 20.000.000 untuk yang berpenghasilan ≤ 30.000.000
UKT 8 untuk yang berpenghasilan > 30.000.000
Jika melihat dari rincian di atas, dapat dilihat bahwa semakin tinggi golongan UKT yang diberikan, nominalnya akan lebih besar. Untuk calon mahasiswa baru yang diterima melalui SNMPTN atau SBMPTN, biasanya akan mendapatkan UKT 1-3.
Sementara itu, ada juga calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri (SM) yang dikenakan biaya lebih tinggi, yaitu golongan UKT 3-UKT 8. Itu sebabnya, banyak calon mahasiswa baru yang memilih untuk mengikuti SNMPTN atau SBMPTN.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Lulus SNMPTN?
Sebagai calon mahasiswa baru yang lolos SNMPTN, apa yang harus dilakukan setelahnya? Mengutip dari beberapa sumber, berikut informasinya.
1. Lakukan verifikasi data
Setelah lulus melalui jalur SNMPTN, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan verifikasi data. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketentuan verifikasi data tergantung dari masing-masing PTN.
Verifikasi data sendiri dibutuhkan untuk mengecek data-data yang sudah terkumpul guna mengetahui keabsahan datanya. Syarat yang dibutuhkan untuk melakukan verifikasi data umumnya, rapor, Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL), hingga Kartu Tanda Peserta SNMPTN.
2. Cek informasi ter-update dari PTN
Setelah melakukan verifikasi data, calon mahasiswa baru ada baiknya melakukan pengecekan melalui laman website. Selain itu, informasi ter-update dari PTN juga bisa diketahui melalui media sosial. Biasanya informasi yang diberikan berhubungan dengan contact person supaya dapat diundang ke Whatsapp Group.
Tidak hanya itu, dengan mengetahui informasi ter-update dari PTN tersebut. Calon mahasiswa baru dapat mendapatkan teman baru sebelum mengikuti masa pengenalan kampus.
3. Cari informasi tentang biaya kuliah
Langkah setelahnya adalah mencari informasi biaya kuliah dari PTN tersebut. Sekadar informasi, biaya kuliah setiap PTN berbeda-beda tergantung dari prodi atau jurusan hingga kondisi ekonomi dari mahasiswa tersebut.
Oleh karena itu, biaya kuliah di PTN juga tergolong menjadi beberapa macam, mulai dari UKT 0 hingga 8. Semakin tinggi nilai UKT yang diberikan, maka nominal yang harus dibayarkan oleh calon mahasiswa baru akan semakin besar.
4. Coba untuk mencari peluang beasiswa
Dibandingkan biaya ketika menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), biaya kuliah memiliki jumlah nominal yang lebih besar. Meski demikian, ada banyak peluang beasiswa yang sebetulnya bisa ditanyakan kepada pihak kampus.
Pasalnya, pihak kampus sudah menyediakan berbagai macam beasiswa dengan ketentuan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Bidikmisi.
5. Cari tempat tinggal atau kost
Tidak selalu calon mahasiswa baru berasal dari kota yang sama dengan PTN yang ditujunya. Itu sebabnya, banyak yang pada akhirnya merantau dan tinggal di kost selama menempuh pendidikan selama 3-4 tahun.
Umumnya, di sekitar PTN yang dituju ada banyak kost yang disewakan dengan fasilitas yang berbeda-beda. Semakin banyak fasilitas yang diberikan, harga sewanya akan lebih tinggi.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa dokumen persyaratan untuk daftar ulang SNMPTN 2022?

Apa dokumen persyaratan untuk daftar ulang SNMPTN 2022?
Bukti pembayaran UKT semester awal, bukti pendaftaran ikut SNMPTN 2022, fotokopi rapor beserta dokumen aslinya, fotokopi Ijazah serta Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) beserta dokumen aslinya yang sudah dilegalisasi, dan pas foto 3x4 dan 4x6.
Bagaimana cara daftar ulang SNMPTN 2022?

Bagaimana cara daftar ulang SNMPTN 2022?
Login ke website resmi perguruan tinggi negeri (PTN) dengan menggunakan nomor pendaftaran atau tanggal lahir calon mahasiswa baru, calon mahasiswa baru mengisi formulir online yang disediakan oleh masing-masing PTN yang dipilih, lengkapi data diri yang diperlukan, setelah formulir daftar ulang selesai diisi, cetak formulir tersebut untuk bukti, dan website akan menunjukkan rincian Uang Kuliah Tunggal atau UKT per semester yang harus dibayar oleh mahasiswa baru.
Berapa biaya kuliah calon mahasiswa SNMPTN 2022?

Berapa biaya kuliah calon mahasiswa SNMPTN 2022?
Semakin tinggi golongan UKT yang diberikan, nominalnya akan lebih besar. Untuk calon mahasiswa baru yang diterima melalui SNMPTN atau SBMPTN, biasanya akan mendapatkan UKT 1-3.
