Lingkungan Sekolah Sehat Berpengaruh pada Nilai Akademik Siswa

Saya adalah pelajar di SMA PLUS PEMBANGUNAN JAYA
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Prakash AT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lingkungan Sekolah Sehat Sangat Berpengaruh Pada Nilai Akademik Siswa dan Berbagai Aspek

Para pelajar di Indonesia pasti memiliki lingkungan di sekolahnya. Lingkungan sekolah sangat berpengaruh pada kegiatan belajar siswa. Tetapi, apakah siswa dapat belajar dengan benar jika lingkungan sekolah mengganggu kegiatan belajar siswa?
Apa itu lingkungan sekolah sehat?
Lingkungan sekolah sehat adalah kondisi lingkungan sekolah disertai dengan satuan pendidikan yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk mendukung perkembangan serta proses belajar mengajar perserta didik secara optimal.
Contoh lingkungan sekolah sehat
Contoh lingkungan sekolah sehat seperti lapangan yang bersih, kantin yang bersih dan berisi jajanan yang sehat, wastafel dan toilet yang bersih, kelas yang rapi, bersih, dan nyaman. Contoh tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi siswa untuk belajar maupun guru yang mengajar.
Bagaimana pengaruh lingkungan sekolah sehat terhadap siswa?
Pengaruh lingkungan sekolah sehat bagi siswa terkait dengan kesehatan mental, fisik dan sosial dapat menunjukkan keaktifan dan cara pola berpikir siswa dalam belajar. Fasilitas yang disiapkan sekolah dapat berpengaruh besar dalam aktivitas siswa dan guru dalam menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM). Siswa menjadi lebih percaya diri dalam meraih prestasi dan memberikan pola lingkungan sekolah yang menjadi lebih positif.
Berdasarkan data dan bukti ilmiah
Menurut yayasan Al Ma'soem Bandung. Sekolah yang menyediakan lingkungan yang nyaman tidak selalu perlu memiliki bangunan mewah atau fasilitas paling lengkap, tetapi lebih penting mampu menciptakan suasana yang membuat siswa merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang. Hal-hal sederhana seperti ruang kelas yang rapi, hubungan yang baik antara guru dan siswa, lingkungan yang bersih, serta adanya tempat untuk beraktivitas dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih positif. Saat siswa merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya, mereka lebih mudah fokus dan tidak melihat sekolah hanya sebagai tempat yang penuh tuntutan belajar.
Menurut studi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa program sekolah sehat yang memicu penurunan angka absensi siswa sebesar 10–20% berbanding lurus dengan kenaikan nilai ujian rata-rata sebesar 5–8%. Siswa menjadi lebih semangat untuk sekolah, membuktikan bahwa siswa lebih membutuhkan program sekolah yang lebih baik agar dapat meningkatkan mood siswa untuk pergi ke sekolah.
Kualitas udara yang baik di dalam ruang kelas juga dapat berpengaruh bagi siswa. Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa ventilasi udara yang baik di kelas meningkatkan kecepatan pemrosesan data dan fungsi kognitif siswa hingga 12–15% saat mengerjakan tes. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam menjawab tes, dikarenakan kesehatan udara dalam kelas juga mempengaruhi fungsi kognitif siswa.
Tingkat stres dapat mempengaruhi pola berpikir siswa dalam menjalani aktivitas di sekolah. Perilaku senioritas (perbedaan kekuasaan antara senior dan junior), bullying, termasuk juga dalam perundungan. Studi longitudinal dari American Psychological Association (APA) mencatat bahwa siswa di sekolah dengan iklim psikologis aman memiliki nilai rata-rata (GPA) 0,3–0,5 poin lebih tinggi (skala 4.0) dibanding siswa di sekolah dengan tingkat stres/perundungan tinggi. Sekolah yang aman dari perundungan membuat siswa dan mahasiswa merasa dirinya menjadi lebih aman dan dapat menjalani aktivitas di sekolah dengan lebih baik dan percaya diri
Bagaimana peran guru dalam menyikapi lingkungan sekolah sehat?
Cara mengajar guru juga dapat berpengaruh dalam nilai akademik siswa. Maka dari itu, bagi seorang guru, dalam mengajar juga harus memberikan cara mengajar yang seru dan lebih mengarah ke positif. Memberikan rasa peduli dengan siswa, memberikan visualisasi dan materi yang mudah dipahami bagi siswa di sekolah.
Dikutip dari Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini. Guru berpengaruh dalam keberhasilan peserta didik. Karena guru yang mengajar peserta didik secara langsung mendidik, membimbing, membantu, mempengaruhi dan mengembangkan potensi diri siswa untuk mencapai tujuan.
Siswa membutuhkan guru untuk membimbing dirinya ke masa depan yang lebih cerah. Diikuti dengan fasilitas dan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Pengaruh sekolah sehat dari pola pikir siswa dan guru juga secara langsung meningkatkan cara berpikir kognitif. Siswa dan guru juga harus memberikan nilai positif bagi sekolah. Karena nilai positif tersebut dapat menjadikan sekolah dipandang memiliki nilai yang aman, sopan, dan positif.
Jadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa dan tempat untuk meningkatkan ilmu. Sekolah sehat memberikan siswa dalam belajar menjadi lebih nyaman, aman, dan damai. Siswa belajar untuk meningkatkan ilmu dan agar memiliki masa depan yang cerah.
