Siapa yang Menghubungkan Kita dengan Pengetahuan?

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Jakarta.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kayla nahla Hanina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kita mempelajari sesuatu bukan dari guru atau dosen, melainkan dari teman, keluarga, atau orang yang baru dikenal? Misalnya, belajar mengedit video dari teman yang lebih berpengalaman, memahami keterampilan tertentu melalui komunitas, atau mendapatkan wawasan baru dari percakapan sederhana. Pengalaman seperti ini sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, di dalamnya terdapat proses belajar yang menunjukkan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui berbagai hubungan sosial.
Selama ini, pendidikan sering kali identik dengan sekolah, guru, ruang kelas, dan kegiatan pembelajaran yang terjadwal. Sekolah memang memiliki peran penting dalam menyediakan pengetahuan dan membimbing proses belajar. Namun, apakah seluruh proses memperoleh pengetahuan hanya berlangsung melalui lembaga pendidikan formal?
Pertanyaan tersebut memiliki keterkaitan dengan pemikiran Ivan Illich, seorang pemikir sosial yang mengkritik dominasi lembaga persekolahan dalam masyarakat. Melalui bukunya Deschooling Society (1971), Illich mengajak masyarakat untuk melihat kembali hubungan antara pendidikan, sekolah, dan proses belajar.
Ketika Belajar Terlalu Identik dengan Sekolah
Dalam kehidupan masyarakat, sekolah sering menjadi gambaran utama ketika seseorang membicarakan pendidikan. Proses belajar biasanya dipahami sebagai kegiatan yang berlangsung di ruang kelas, mengikuti materi yang telah ditentukan, serta dibimbing oleh tenaga pendidik. Pola tersebut memang membantu pembelajaran menjadi lebih terarah dan terorganisasi.
Namun, Illich melihat adanya persoalan ketika masyarakat terlalu mengidentikkan belajar dengan kegiatan bersekolah. Akibatnya, pengalaman memperoleh pengetahuan di luar lembaga pendidikan formal kurang mendapatkan perhatian. Padahal, seseorang juga dapat memahami banyak hal melalui pergaulan, pengalaman kerja, membaca, mengamati lingkungan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Kritik Illich bukan sekadar mempertanyakan keberadaan sekolah, melainkan mengajak masyarakat membedakan antara proses belajar dan institusi yang menyelenggarakan pendidikan. Keduanya berkaitan, tetapi tidak selalu berarti hal yang sama. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan melalui pengalaman yang tidak selalu menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran formal.
Gagasan Ivan Illich tentang Jaringan Belajar
Salah satu gagasan penting Illich dalam Deschooling Society adalah learning webs atau jaringan belajar. Gagasan ini menggambarkan hubungan yang memungkinkan seseorang menemukan sumber pengetahuan, bertemu dengan orang yang memiliki keterampilan tertentu, serta berinteraksi dengan orang lain yang mempunyai minat belajar serupa.
Illich membayangkan proses belajar yang tidak hanya bergantung pada satu lembaga atau jalur pembelajaran. Setiap orang seharusnya memiliki kesempatan untuk mencari sumber belajar sesuai kebutuhan dan ketertarikannya. Dalam gagasan tersebut, Illich menjelaskan empat bentuk jaringan pembelajaran.
Pertama, akses terhadap sumber belajar. Seseorang dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan benda yang mendukung proses belajar, seperti perpustakaan, museum, laboratorium, maupun tempat kerja yang menyediakan kesempatan untuk memperoleh pengalaman.
Kedua, pertukaran keterampilan atau skill exchanges. Melalui mekanisme ini, orang yang memiliki keterampilan tertentu dapat berbagi pengetahuan dengan orang yang ingin mempelajarinya. Contohnya, seseorang yang mahir bermain musik dapat membantu orang lain mempelajari alat musik.
Ketiga, pencocokan teman belajar atau peer-matching. Jaringan ini mempertemukan orang-orang yang memiliki ketertarikan atau tujuan belajar yang sama. Misalnya, beberapa orang yang ingin mempelajari bahasa asing dapat saling bertemu dan berlatih bersama.
Keempat, akses kepada sumber pendidik atau educators-at-large. Seseorang dapat mencari orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tertentu untuk membantu proses belajarnya, baik dari kalangan profesional maupun orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu.
Keempat gagasan tersebut memperlihatkan bahwa Illich tidak hanya berbicara tentang belajar secara mandiri. Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dan akses agar orang dapat saling berbagi pengetahuan.
Hubungan Sosial sebagai Jalan Memperoleh Pengetahuan
Jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, gagasan jaringan belajar dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas. Seseorang yang ingin mempelajari desain grafis, misalnya, dapat meminta bantuan teman yang lebih dahulu menguasai keterampilan tersebut. Ada pula orang yang mengikuti komunitas untuk bertukar pengalaman, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan bersama.
Perkembangan teknologi komunikasi juga membuat kesempatan untuk terhubung dengan sumber pengetahuan semakin beragam. Melalui forum diskusi, komunitas daring, dan platform pembelajaran, seseorang dapat menemukan orang lain yang memiliki minat serupa tanpa harus selalu bertemu secara langsung.
Meskipun demikian, keberadaan teknologi tidak otomatis membuat semua orang memiliki kesempatan belajar yang sama. Akses terhadap internet, perangkat, fasilitas, dan orang yang memiliki pengetahuan tetap memengaruhi proses tersebut. Karena itu, jaringan belajar membutuhkan akses yang terbuka dan kesempatan yang dapat dijangkau oleh berbagai kelompok masyarakat.
Hal ini penting karena pengetahuan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menerima informasi, tetapi juga dengan kesempatan untuk bertemu, bertanya, mencoba, dan bertukar pengalaman.
Memaknai Kembali Sumber Pembelajaran
Pemikiran Ivan Illich memberikan sudut pandang bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui hubungan manusia dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Sekolah tetap memiliki peran dalam menyediakan pembelajaran yang terstruktur, membimbing peserta didik, serta mempertemukan mereka dengan berbagai sumber pengetahuan. Namun, proses memperoleh pengetahuan tidak harus berhenti ketika kegiatan pembelajaran formal selesai.
Gagasan learning webs juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kemungkinan untuk menjadi pembelajar sekaligus berbagi pengetahuan dengan orang lain. Pengalaman seseorang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi orang lain, selama terdapat kesempatan untuk saling terhubung dan bertukar pengetahuan.
Pada akhirnya, pertanyaan tentang siapa yang menghubungkan kita dengan pengetahuan tidak hanya mengarah pada guru atau lembaga pendidikan. Ada teman, keluarga, komunitas, lingkungan, dan berbagai sumber lain yang turut berperan dalam proses tersebut. Melalui pemikiran Illich, pendidikan dapat dipahami secara lebih luas, yaitu sebagai proses yang berkembang melalui akses, pengalaman, dan hubungan antarmanusia.
