Konten dari Pengguna

Pesan Politik Anies Baswedan dari Westall Australia

Sumber: Instagram Anies Baswedan, https://www.instagram.com/p/DNP3m1ASTog/?img_index=1
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Instagram Anies Baswedan, https://www.instagram.com/p/DNP3m1ASTog/?img_index=1

Melbourne, 10 Agustus 2025 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula pertemuan komunitas Muslim Indonesia di Westall, Australia, pada Minggu (10/8). Anies Baswedan hadir bersama sahabatnya, Ferry, dan langsung disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang tinggal di Melbourne. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara tokoh politik nasional dengan warga Indonesia di luar negeri.

Anies menyebut pertemuan ini sebagai momen yang “penuh berkah” karena dapat bertemu langsung dengan masyarakat perantauan. Warga yang hadir tampak antusias, tidak hanya untuk berfoto bersama, tetapi juga menyampaikan pandangan, aspirasi, dan pertanyaan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Salah satu momen paling berkesan datang dari seorang anak Indonesia bernama Sabik. Dengan wajah penuh semangat, Sabik mengangkat tangannya untuk bertanya. Ia memperkenalkan diri sebagai penggemar berat Anies dan mengatakan bahwa sejak lama ia mengagumi sosok Anies sebagai pemimpin yang menginspirasi.

sumber foto: instagram @anitasukarno bersama komunitas Australia

Pertanyaan Sabik langsung memecah suasana menjadi hening penuh perhatian. “Bagaimana caranya menjadi seorang presiden di masa depan, menjadi pemimpin yang amanah, dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya?” ujarnya lugas, membuat banyak orang di ruangan itu terkejut.

Anies tampak terdiam sejenak sebelum tersenyum lebar. “Ini pertanyaan yang sangat sulit, apalagi datang dari seorang anak,” ujarnya sambil tersenyum. Ia kemudian menyampaikan apresiasi atas keberanian Sabik bertanya hal sebesar itu di usianya yang masih belia.

Selepas menjawab, Anies menatap Sabik dan dengan nada penuh kehangatan berkata dalam bahasa Inggris, “I’m become big fan of you.” Pernyataan itu disambut tawa dan tepuk tangan hangat dari hadirin. Beberapa orang tua yang hadir tampak terharu melihat interaksi tersebut.

Bagi Anies, momen ini menjadi pengingat bahwa diskusi tentang kepemimpinan dan nilai amanah dapat muncul dari siapa saja, bahkan dari anak-anak. Ia menilai hal ini sebagai tanda bahwa generasi muda Indonesia di manapun mereka berada sudah mulai memikirkan masa depan bangsanya.

Pertemuan di Westall ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar pikiran yang mempertemukan pengalaman seorang tokoh publik dengan harapan sederhana dari seorang anak. Dari Melbourne, pesan politik Anies pun tersampaikan: bahwa pemimpin yang baik bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang menjaga amanah dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan rakyat.