Konten dari Pengguna

Dari Kikuk ke Mantap: Perjalanan Magang Saya di Bulan Ketiga

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kies Amivea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masuk ke bulan ketiga magang rasanya seperti mencapai titik di mana semua mulai terasa masuk akal. Kalau di awal saya masih bingung mengikuti ritme dan budaya kerja, sekarang semuanya sudah lebih jelas. Saya mulai tahu apa yang harus dilakukan tanpa harus menunggu instruksi setiap saat. Bahkan beberapa pekerjaan mulai terasa natural.

Magang sering dianggap sebagai pintu pertama menuju dunia kerja sebenarnya. Dan saya merasakannya betul di bulan ini. Bukan hanya soal mengerjakan tugas, tapi bagaimana saya belajar menata waktu, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan menghadapi situasi yang berubah-ubah. Semua itu membuat saya perlahan merasa lebih percaya diri.

Sebagai mahasiswa UMY, pengalaman ini jadi kesempatan besar untuk melihat langsung bagaimana lingkungan profesional bekerja. Rasanya beda sekali dengan apa yang saya bayangkan saat masih duduk di kelas.

Suasana di bidang RIDA Bappeda. Sumber : Dokumentasi Pribadi

Belajar dari Ritme Kerja yang Nyata

Yang paling menantang pada awal magang adalah ritme kerja yang cepat. Tetapi bulan ketiga ini justru menjadi fase di mana saya mulai menikmati ritme tersebut. Setiap hari punya dinamika yang tidak sama, dan itu yang membuat saya semakin terbiasa.

Pada bagian yang saya tempati, tugas-tugas administrasi menjadi bagian yang cukup sering saya tangani. Mulai dari mengelola dokumen, memperbarui data, hingga memastikan berkas tidak ada yang tertinggal. Pekerjaan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru di sini saya belajar bahwa ketelitian adalah hal yang sangat penting.

Selain administrasi, ada juga momen di mana saya harus berhadapan langsung dengan pelanggan. Belajar melayani mereka, memahami kebutuhan mereka, dan menyampaikan informasi dengan jelas adalah pengalaman yang membuat saya bisa melatih kemampuan komunikasi praktis secara langsung.

Dua Peran, Dua Pelajaran

Selama magang, saya melihat ada dua peran yang sangat berpengaruh dalam operasional tempat saya bekerja: peran administrasi dan peran layanan pelanggan.

Peran administrasi membantu memastikan semuanya terorganisir. Mulai dari berkas, data, hingga alur proses internal. Sementara peran layanan pelanggan menjadi wajah depan perusahaan—menerima, menjelaskan, dan memastikan pelanggan merasa terbantu.

Melihat dua bagian ini bekerja bersama membuat saya sadar bahwa pekerjaan apa pun pasti saling terhubung. Tidak ada yang benar-benar berdiri sendiri.

Tiga Bulan yang Mengubah Cara Saya Melihat Dunia Kerja

Kalau tiga bulan lalu saya masih ragu dan canggung, bulan ini justru menjadi titik balik. Saya mulai yakin dengan apa yang saya kerjakan, mulai terbiasa mengambil keputusan, dan mulai memahami apa yang dibutuhkan di dunia kerja sebenarnya.

Magang bukan hanya soal “mencari pengalaman”, tetapi tentang membangun kebiasaan kerja, cara berkomunikasi, dan sikap profesional. Dan saya merasa tiga bulan ini memberikan bekal yang tidak saya dapatkan di ruang kelas.

Masih satu bulan lagi waktu saya di sini, dan saya ingin memanfaatkan sisa waktu tersebut sebaik mungkin.

Kies Amivea, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.