KKN UNISA 68 Dukung UMKM Lewat QRIS & Sertifikasi Halal

Universitas Aisyiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kkn 68 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gejawan Wetan, Balecatur – Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) yang tergabung dalam KKN Kelompok 68 kembali menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, mereka melaksanakan kelas privat pembuatan QRIS dan sertifikasi halal yang ditujukan untuk para pedagang makanan dan pemilik warung di Gejawan Wetan.
Kegiatan yang digelar pada Senin (25/8/2025) di Posko KKN 68 ini merupakan bentuk kolaborasi mahasiswa dari Prodi S1 Gizi dan Prodi S1 Ilmu Komunikasi, dengan tujuan mendukung pengembangan usaha mikro masyarakat.
Dalam sesi pertama, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai manfaat QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis dan aman. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi juga langsung praktik registrasi QRIS melalui aplikasi resmi dan simulasi penggunaannya dalam transaksi sehari-hari.
Sesi berikutnya membahas sertifikasi halal, di mana pedagang mendapat informasi lengkap mengenai pentingnya label halal, prosedur pendaftaran, hingga dokumen yang perlu disiapkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta menjamin keamanan pangan.
Selain dua materi utama, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kualitas bahan makanan agar produk yang dijual tetap sehat dan aman. Tak hanya itu, ada juga tips strategi promosi dan komunikasi usaha agar UMKM lokal mampu bersaing di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para pedagang terlihat antusias, terutama saat praktik mendaftar QRIS dan berdiskusi mengenai tantangan sertifikasi halal. Banyak peserta yang merasa kegiatan ini membuka wawasan baru dan memberikan solusi nyata untuk usaha mereka.
Melalui kelas privat ini, mahasiswa KKN UNISA 68 berharap masyarakat khususnya pedagang dapat lebih siap menghadapi tantangan zaman, mulai dari penggunaan teknologi digital hingga meningkatkan kepercayaan konsumen melalui sertifikasi halal.
“Dengan QRIS, sertifikasi halal, serta edukasi gizi dan promosi usaha, kami ingin mendukung pedagang lokal agar lebih profesional, sehat, dan mampu bersaing,” ujar salah satu mahasiswa penyelenggara.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya hadir untuk belajar, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM lokal.
