Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 32: Senam, Kerja Bakti Bersama Warga Lokal

KKN DESAJIPANG32

KKN DESAJIPANG32

Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN DESAJIPANG32 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN 32: Senam, Kerja Bakti Bersama Warga Lokal
zoom-in-whitePerbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Peradaban kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program kebersamaan berupa senam sehat, kerja bakti membersihkan mushola, serta makan bersama warga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tempat ibadah.

Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjalankan program kerja formal, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan warga. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan sederhana namun bermakna yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.

Melihat pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan, mahasiswa KKN menggagas kegiatan senam sehat yang dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan mushola. Mushola sebagai pusat kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat perlu dijaga kebersihan dan kenyamanannya agar dapat digunakan secara optimal.

Pelaksanaan Kegiatan

1. Senam Sehat Bersama

Kegiatan diawali dengan senam sehat di halaman sekitar mushola pada pagi hari. Senam dipandu oleh mahasiswa KKN dan diikuti oleh ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, serta anak-anak. Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Gerakan senam yang sederhana dan mudah diikuti membuat seluruh peserta dapat berpartisipasi dengan penuh semangat.

Selain meningkatkan kebugaran jasmani, senam bersama juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi. Suasana penuh canda dan kebersamaan menciptakan energi positif yang memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga.

2. Kerja Bakti Bersih-Bersih Mushola

Setelah senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan mushola. Mahasiswa dan warga membagi tugas agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. Ada yang menyapu dan mengepel lantai, membersihkan kaca jendela, merapikan sajadah dan mukena, membersihkan tempat wudhu, serta merapikan halaman sekitar mushola.

Kerja bakti ini dilakukan dengan penuh semangat gotong royong. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menunjukkan bahwa nilai solidaritas dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat. Mushola yang semula tampak kurang terawat menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk beribadah.

3. Makan Bersama Warga

Sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur, kegiatan ditutup dengan makan bersama. Hidangan yang disiapkan secara swadaya oleh warga dan mahasiswa dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen ini dimanfaatkan untuk berbincang santai, bertukar cerita, serta mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.

Makan bersama bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan persatuan. Kegiatan ini juga memperkuat rasa kekeluargaan yang terjalin selama masa KKN berlangsung.

Dampak dan Harapan

Kegiatan senam sehat, bersih-bersih mushola, dan makan bersama ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dari segi kesehatan, warga menjadi lebih sadar akan pentingnya aktivitas fisik. Dari segi lingkungan, mushola menjadi lebih bersih dan nyaman. Sementara dari segi sosial, hubungan antara mahasiswa dan warga semakin erat.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat sebagai bagian dari budaya hidup sehat dan semangat gotong royong. Walaupun masa KKN memiliki batas waktu, nilai kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga di kemudian hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya berorientasi pada program kerja, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.