KKN UIN Walisongo Posko 70 Ajak Anak SD Desa Klero Lawan Bullying Sejak Dini

KKN Mandiri Posko 70 UIN Walisongo Desa Klero, Tengaran, Kab Semarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN MIT POSKO 70 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 70 UIN Walisongo Semarang terus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Salah satu kegiatan terbaru yang mereka selenggarakan adalah Sosialisasi Anti-Bullying di salah satu sekolah dasar setempat dengan mengusung tema “Teman Itu Melindungi, Bukan Menyakiti.”
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya bullying, yang seringkali dianggap sepele namun berdampak besar pada perkembangan anak. Dalam sesi interaktif, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, maupun melalui dunia maya.
Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis bullying, mulai dari mengejek nama atau fisik teman, mendorong atau memukul, mengucilkan dari kelompok bermain, hingga bentuk baru yaitu cyberbullying di media sosial. Sosialisasi ini juga menekankan bahwa bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi bisa di rumah, lingkungan bermain, hingga dunia digital.
Selain pemahaman, mahasiswa juga memberikan tips sederhana cara menghadapi bullying, seperti berani berkata “stop”, mencari bantuan dari guru atau orang tua, serta mengingatkan pentingnya menjadi sahabat yang saling melindungi. Anak-anak pun diajak bermain peran (role play) untuk mempraktikkan sikap ketika menghadapi perundungan, sehingga materi lebih mudah dipahami.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya sekaligus berbagi pengalaman yang pernah dialami. Guru-guru pun mengapresiasi inisiatif KKN Posko 70, karena sosialisasi ini mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Dengan adanya kegiatan ini, KKN UIN Walisongo Posko 70 berharap anak-anak Desa Klero mampu tumbuh dengan rasa percaya diri, menghargai perbedaan, serta menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang penuh kasih sayang, sesuai dengan semangat tema “Teman Itu Melindungi, Bukan Menyakiti.”
