Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN dan Komunitas Lima Putra Pesisir Edukasi Pelajar Lindungi Penyu

kkn114wiringtasi

kkn114wiringtasi

KKN-T Gelombang 114 Universitas Hasanuddin

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kkn114wiringtasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pinrang, Sulawesi Selatan — Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukatif bertema konservasi lingkungan di Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Salah satu kegiatan utama adalah sosialisasi perlindungan hukum terhadap penyu yang dilakukan di SMP Negeri 3 Suppa, bekerja sama dengan komunitas Lima Putra Pesisir, sebuah komunitas lokal yang fokus pada pelestarian ekosistem laut.

Mahasiswa KKN dan Komunitas Lima Putra Pesisir Edukasi Pelajar  Lindungi Penyu
zoom-in-whitePerbesar

Kegiatan ini diinisiasi berdasarkan kondisi nyata yang masih terjadi di daerah pesisir, yaitu praktik pengambilan telur penyu, kurangnya edukasi konservasi, serta minimnya pemahaman hukum di kalangan generasi muda. Dengan melibatkan siswa-siswi SMP, program ini bertujuan untuk membentuk kesadaran dan kepedulian sejak dini agar mereka tidak melakukan pelanggaran terhadap perlindungan satwa yang dilindungi.

Sosialisasi disampaikan dengan pendekatan interaktif dan visual. Materi yang dibahas meliputi:

Mengenal jenis-jenis penyu yang ada di Indonesia.

Ancaman terhadap kelestarian penyu.

Hukum dan sanksi yang mengatur perlindungan penyu (berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999).

Peran siswa dalam konservasi, termasuk tidak membeli telur penyu, tidak memelihara tukik di rumah, serta aktif dalam edukasi lingkungan.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa maupun pihak sekolah. Komunitas Lima Putra Pesisir juga turut memperkenalkan pengalaman nyata mereka di lapangan, mulai dari patroli pantai hingga penyelamatan tukik. Kehadiran mereka memberi sudut pandang langsung yang menyentuh dan membekas di benak peserta.

Salah satu hal penting yang ditekankan adalah menanamkan pada siswa nilai tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya paham hukum, tetapi juga punya kesadaran ekologis dan empati terhadap satwa laut.

Di akhir program, siswa diberikan kuis interaktif dan poster edukatif tentang konservasi penyu. Buku saku edukatif juga disiapkan oleh tim KKN dan akan dibagikan menjelang penutupan masa KKN, sebagai bahan belajar yang dapat diakses kapan saja oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMP Negeri 3 Suppa menjadi agen perubahan dalam menjaga laut dan isinya, dimulai dari langkah kecil: menolak membeli telur penyu dan menyebarkan informasi konservasi kepada teman dan keluarga.