Cegah Wasting dan Stunting, KKNMas 30 Gelar Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis

Ini merupakan akun Official kkn mas kelompok 30 kampung Buantan Lestari
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari kkn30desabuantanlestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKNMAS kelompok 30 melaksanakan kegiatan sosialisasi wasting dan stunting, menampilkan vidio cara pembuatan makanan tambahan yaitu berupa cookies dari daun kelor, serta cek kesehatan gratis di Balai Desa Buantan Lestari, Kamis 28 Agustus 2025.
Wasting merujuk pada anak yang terlalu kurus untuk tinggi badannya. Wasting terjadi karena adanya penurunan berat badan yang cepat atau gagal bertambah berat badan. Anak gizi kurang atau gizi buruk mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi, namun dapat diterapi.
Sedangkan Stunting merujuk pada anak dengan tinggi badan terlalu rendah untuk usianya. Anak-anak stunting dapat mengalami gangguan fisik dan kognitif berat yang tidak dapat diperbaiki, yang menyertai hambatan pertumbuhan linier. Dampak buruk stunting dapat berlangsung seumur hidup dan bahkan berdampak pada generasi berikutnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan juga Catin (Calon Pengantin) akan pentingnya gizi seimbang terhadap bumil, bayi, balita, dan anak sebagai langkah dalam pencegahan wasting dan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga secara tidak langsung mengedukasi warga akan pentingnya cek kesehatan rutin untuk mendeteksi dan mencegah penyakit sejak dini, terutama penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Kegiatan ini dimulai dengan senam pagi yang untuk meningkatkan kebugaran dan semangat warga. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian bubur kacang hijau sebagai contoh makanan bergizi. Lalu dilanjutkan dengan sosialisasi Wasting dan Stunting oleh mahasiswa tentang dampak, penyebab, dan cara pencegahannya. "Kami ingin memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang tua maupun catin akan pentingnya pemenuhan nutrisi dimulai dari masa kehamilan" Ujar Adinda, salah seorang mahasiswa.
Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan manfaat daun kelor dan juga menampilkan vidio cara pembuatan makanan tambahan berupa cookies dari daun kelor, serta pembagian cookies dari kelor yang telah dibuat oleh mahasiswa KKNMAs kelompok 30. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di kampung Buantan Lestari, selain itu daun kelor memiliki banyak kandungan gizi, diantarannya karbohidrat dan protein untuk pertumbuhan otot, vitamin A untuk mata, vitamin C untuk daya tahan tubuh, zat besi untuk mencegah anema, serta kalsium dan kalian untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Hanum, salah seorang pemateri, berkata, "Daun kelor ini dapat diolah menjadi beberapa makanan tambahan seperti cookies, puding, bolu, dan makanan tambahan lainnya yang inovatif dan bergizi untuk mendukung gizi anak."
Kemudian dilakukan kegiatan cek kesehatan gratis yang dilakukan oleh 2 mahasiswa farmasi kelompok 30. Cek kesehatan yang dilakukan diantaranya adalah cek tekanan darah, cek kadar gula darah, dan kadar asam urat.
Kegiatan ini tidak hanya disambut antusias oleh masyarakat Kampung Buantan Lestari tetapi juga oleh perangkat desa, dan kelompok KKNMAs lainnya diantaranya kelompok KKNMAs 28 Jayapura, kelompok 29 Buantan Lestari, dan Kelompok 32 Tuah Indrapura. Anak-anak juga terlihat ceria dan bersemangat menerima snack dan bubur kacang hijau. Mereka berlarian dan saling bermain bersama.
Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat Desa Buantan Lestari semakin sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas di masa depan.
Sebagai penutup, Kelompok 30 KKN MAs Desa Buantan Lestari menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pusat & Lokal KKN MAs 2025, Konsorsium LPPM PTMA, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas dukungan dan fasilitas yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksanakan dengan lancar.
Sebagai penutup, Kelompok 30 KKN MAs Desa Buantan Lestari menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pusat & Lokal KKN MAs 2025, Konsorsium LPPM PTMA, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas dukungan dan fasilitas yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksanakan dengan lancar.
