KKNT IPB Hadirkan Katalog Potensi Desa Kondangjajar Untuk Pengembangan Desa

Mahasiswa IPB University angkatan 59
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Iffa Purnama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University tahun 2025 menghadirkan inovasi berupa pembuatan katalog dan peta potensi Desa Kondangjajar, Kabupaten Pangandaran. Inovasi ini bertujuan menginventarisasikan secara menyeluruh sumber daya desa, baik itu kekayaan alam maupun budaya. Sehingga inovasi ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui katalog dan peta potensi, informasi mengenai berbagai sektor unggulan desa dapat tersaji dengan rapi, mudah diakses, dan bermanfaat bagi pemerintah desa maupun pihak luar yang ingin berkontribusi.
Desa Kondangjajar terletak di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dan menjadi lokasi pelaksanaan KKN-T IPB University 2025 selama 40 hari pengabdian. Selama periode tersebut, mahasiswa melaksanakan program kerja yang salah satunya berfokus pada pendataan, pengarsipan, dan visualisasi potensi desa. Tujuannya adalah memastikan hasil pengabdian tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi pijakan nyata untuk pengembangan desa di masa depan.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kekayaan Desa Kondangjajar di berbagai sektor, namun peta inventarisasi potensi yang pernah dibuat sebelumnya belum mencakup seluruh potensi yang ada. Sebagian data masih bersifat parsial, belum terintegrasi, dan kurang dilengkapi visualisasi spasial yang memudahkan identifikasi lokasi. Selain itu, informasi potensi desa belum tersaji dalam media yang mudah diakses oleh masyarakat maupun pihak eksternal, sehingga kurang dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan atau promosi desa.
Padahal, potensi Desa Kondangjajar sangat beragam. Mulai dari sektor pertanian, dimana masyarakat membudidayakan padi sebagai komoditas utama, serta berbagai tanaman hortikultura seperti semangka, melon, jagung, cabai, tomat, dan aneka sayuran lainnya. Potensi agroforestri juga berkembang pesat melalui pemanfaatan pohon kelapa, sengon laut (Albizia chinensis), dan nipah (Nypa fruticans) yang tersebar di sejumlah lokasi. Hasil dari sektor pertanian dan agroforestri ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi produk olahan makanan maupun kerajinan lokal.
Di bidang peternakan, masyarakat Desa Kondangjajar banyak membudidayakan domba dan sapi dengan sistem penggemukan dan pengembangan hibrida (breeding), yang berfokus pada peningkatan kualitas genetik serta nilai jual ternak. Potensi perikanan pun sangat menjanjikan. Beberapa dusun seperti Cikaler, Garunggang, dan Binangun dikenal aktif dalam budidaya ikan air tawar seperti nila, mujair, mas, patin, dan koi melalui kolam tanah maupun bioflok. Sementara itu, Dusun Kalensari menjadi sentra budidaya udang, bandeng, dan nila salin melalui sistem tambak, memanfaatkan sumber air payau dari wilayah pesisir.
Tak hanya kaya sumber daya alam, Desa Kondangjajar juga memiliki kekayaan budaya yang tetap lestari. Tradisi Hajat Bumi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen masih dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi wadah berkumpulnya masyarakat. Seni tradisional seperti ronggeng, jaipong, salencoan, serta pencak silat, kawih Sunda, hingga pertunjukan degung dan kecapi menambah warna kehidupan budaya di desa ini. Bahkan, rencana pembangunan sanggar seni sebagai pusat kegiatan budaya lokal menunjukkan komitmen masyarakat dalam merawat warisan leluhur agar terus hidup di tengah arus modernisasi.
Sebagai pembuka, katalog ini berisi informasi mengenai profil desa, peta batas desa dan peta batas dusun. Didalamnya juga terdapat data kondisi fisik wilayah desa yang disajikan melalui peta penggunaan lahan, elevasi, kelerengan, serta jenis tanah. Informasi utama yang disajikan meliputi uraian potensi di berbagai sektor, dilengkapi dengan gambar, rekomendasi, dan peta potensi desa yang menunjukkan lokasi setiap objek potensi beserta penjelasan masing-masing.
Pemerintah desa dan masyarakat menyambut positif keberadaan katalog dan peta potensi. Peta batas dusun membantu warga memahami pembagian wilayah secara jelas, sementara peta elevasi, kelerengan, dan penggunaan lahan menjadi referensi perencanaan pembangunan. Dokumen ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal yang ingin berkontribusi pada pengembangan Desa Kondangjajar.
Untuk memperluas manfaat, katalog dan peta potensi disebarluaskan melalui berbagai media. Banner peta potensi dipasang di kantor desa dan dilengkapi barcode untuk mengakses e-katalog, sementara salinan digital tersedia di website resmi desa. Dengan cara ini, informasi potensi Desa Kondangjajar dapat dijangkau baik oleh masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar wilayah. Teman-teman juga dapat menjelajah potensi Desa Kondangjajar secara digital melalui tautan berikut: ipb.link/kondangjajar.
