Konten dari Pengguna

Belajar Customer Service dan Digital Marketing dari Nol Saat Magang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kodiza Nazura Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kantor Utama PT Banua Mitra Lestari
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Utama PT Banua Mitra Lestari

Kuliah mengajarkan penulis tentang teori manajemen, tetapi magang membuat penulis melihat bagaimana teori tersebut digunakan dalam situasi nyata. Hal itu dirasakan penulis ketika mulai menjalani magang dan ditempatkan pada pekerjaan yang berkaitan dengan customer service dan digital marketing.

Pada hari pertama magang, penulis mengira pekerjaan customer service hanya sebatas membalas pesan dari pelanggan. Kenyataannya, pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian, kemampuan berkomunikasi, dan kesabaran. Setelah mengikuti pembukaan dan perkenalan dengan tim, penulis mulai diperkenalkan dengan alur kerja di perusahaan serta tugas yang akan dilakukan.

Penulis kemudian belajar menangani komunikasi dengan calon pelanggan melalui WhatsApp. Tidak hanya menjawab pertanyaan mengenai produk, penulis juga diminta secara aktif menghubungi calon pelanggan untuk memperkenalkan dan menawarkan produk perusahaan. Pada tahap awal, penulis sempat merasa gugup karena harus berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal dan memastikan informasi yang disampaikan tidak keliru.

Seiring berjalannya waktu, penulis mulai memahami bahwa customer service tidak hanya berkaitan dengan menjawab pertanyaan. Cara membuka percakapan, menjelaskan produk, memahami kebutuhan calon pelanggan, hingga mengakhiri percakapan juga menjadi bagian penting dalam proses komunikasi dengan pelanggan.

Penulis juga belajar bahwa menawarkan produk membutuhkan cara komunikasi yang tepat. Calon pelanggan memiliki respons yang berbeda-beda. Ada yang langsung memberikan respons, ada yang hanya bertanya mengenai harga dan biaya pengiriman, ada yang belum membutuhkan produk, dan ada pula yang tidak memberikan balasan setelah pesan dikirim.

Dari situ, penulis mulai memahami pentingnya kesabaran dalam proses pemasaran. Tidak semua orang yang dihubungi akan langsung tertarik atau melakukan pembelian. Karena itu, penulis belajar melakukan tindak lanjut terhadap calon pelanggan dengan tetap memperhatikan waktu dan cara berkomunikasi agar tidak terkesan memaksa.

Selain berkomunikasi dengan pelanggan, penulis juga mulai memahami pentingnya pencatatan data dalam pekerjaan pemasaran. Data calon pelanggan perlu dicatat dan dikelompokkan berdasarkan respons yang diberikan. Dengan pencatatan tersebut, penulis dapat mengetahui calon pelanggan yang baru mendapatkan informasi, calon pelanggan yang menunjukkan ketertarikan, maupun pelanggan yang sudah melakukan pemesanan.

Pengalaman tersebut membuat penulis melihat bahwa pekerjaan pemasaran tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tetapi juga ketelitian dalam mengelola informasi. Setiap respons dari calon pelanggan dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah komunikasi berikutnya.

Hal yang paling dirasakan penulis selama menjalani magang adalah perbedaan antara teori dan praktik. Di kelas, penulis mempelajari komunikasi, pemasaran, dan manajemen melalui materi serta studi kasus. Sementara itu, di tempat magang penulis harus berhadapan langsung dengan berbagai karakter calon pelanggan dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan situasi yang dihadapi.

Dari pengalaman tersebut, penulis menyadari bahwa kemampuan customer service dan pemasaran tidak bisa hanya dipelajari melalui teori. Keduanya membutuhkan latihan, pengalaman, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki cara berkomunikasi.

Magang menjadi kesempatan bagi penulis untuk belajar dari pengalaman secara langsung. Dari mulai merasa gugup saat menghubungi calon pelanggan hingga memahami pentingnya komunikasi dan pencatatan data, setiap proses memberikan pelajaran baru. Pengalaman ini membuat penulis semakin memahami bahwa dunia kerja tidak selalu berjalan seperti teori yang dipelajari di ruang kelas, tetapi teori tersebut tetap menjadi dasar untuk menghadapi situasi nyata.