Konten dari Pengguna

Belajar Proses Produksi hingga Packing Produk Saat Magang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kodiza Nazura Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kantor Utama PT Banua Mitra Lestari
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Utama PT Banua Mitra Lestari

Selama magang, penulis tidak hanya belajar berkomunikasi dengan calon pelanggan, tetapi juga terlibat dalam proses packing produk sebelum dikirim kepada pelanggan. Dari kegiatan tersebut, penulis belajar bahwa proses persiapan produk membutuhkan ketelitian agar pesanan yang dikirim sesuai dengan permintaan customer.

Pengalaman tersebut dimulai ketika penulis membantu merapikan pesanan yang akan dikirim. Produk yang sudah selesai diproduksi perlu dipisahkan berdasarkan pesanan dan tujuan pengiriman. Penulis harus memastikan barang yang disiapkan sesuai dengan data pesanan yang tersedia.

Pada proses tersebut, penulis mulai memahami bahwa pekerjaan di balik sebuah pesanan membutuhkan ketelitian. Jumlah produk, ukuran, serta pembagian pesanan harus diperhatikan agar barang yang dikirim sesuai dengan permintaan pelanggan.

Pekerjaan menjadi lebih menantang ketika terdapat produk yang perlu diperiksa kembali. Beberapa pakaian ditemukan memiliki ketidaksesuaian ukuran sehingga harus dipisahkan untuk diperbaiki. Kondisi tersebut membuat penulis melihat bahwa proses produksi tidak selalu berjalan tanpa kendala.

Penulis kemudian belajar bahwa kesalahan kecil dalam proses produksi dapat memengaruhi pekerjaan berikutnya. Produk yang belum sesuai harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap berikutnya. Hal tersebut membuat proses persiapan pesanan membutuhkan waktu dan ketelitian lebih.

Selain membantu proses packing, penulis juga mendapatkan pengalaman melakukan trimming atau merapikan sisa benang pada pakaian. Setelah dirapikan, pakaian dilipat dan dimasukkan ke dalam plastik OPP agar lebih siap untuk dikemas dan dikirim.

Pekerjaan tersebut dilakukan berulang kali. Meskipun terlihat sederhana, penulis harus tetap teliti karena setiap pakaian perlu diperiksa sebelum dimasukkan ke dalam kemasan.

Penulis juga sempat membantu pekerjaan yang berkaitan dengan finishing, seperti melepas badge atau bagian tertentu pada pakaian sesuai kebutuhan. Dari pekerjaan tersebut, penulis mendapatkan gambaran bahwa satu produk dapat melalui beberapa tahap sebelum akhirnya siap diberikan kepada pelanggan.

Pengalaman tersebut membuat penulis memahami bahwa pelayanan kepada pelanggan tidak berhenti setelah pesanan diterima. Produk yang sudah dipesan tetap harus dipastikan kondisinya sebelum dikirim. Karena itu, proses pemeriksaan, perapian, dan pengemasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan.

Bagi penulis, pengalaman terlibat dalam proses tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai dunia kerja. Sebelumnya, penulis lebih banyak berinteraksi dengan calon pelanggan melalui pekerjaan customer service. Setelah ikut dalam proses finishing dan packing, penulis dapat melihat bagaimana pekerjaan antarbagian saling berkaitan.

Produk yang ditawarkan kepada pelanggan ternyata membutuhkan proses panjang sebelum sampai ke tangan mereka. Setiap bagian memiliki tanggung jawab masing-masing dan kesalahan pada satu tahap dapat memengaruhi tahap berikutnya.

Dari pengalaman tersebut, penulis belajar bahwa ketelitian bukan hanya dibutuhkan ketika berkomunikasi dengan pelanggan, tetapi juga dalam pekerjaan yang berkaitan dengan produk. Hal-hal kecil seperti merapikan benang, memeriksa ukuran, dan menyusun pesanan dapat menjadi bagian penting untuk memastikan produk siap dikirim.