Kolaborasi 3 Pilar, Sukses Gelar Kuliah Umum Bersama Dosen Stanford University
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 16 Agustus 2025 — Sebuah kolaborasi dalam dunia akademik terjadi hari ini saat Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Bangil, berkolaborasi dengan lintas institusi yaitu PB IKAMI Sulsel dan BPP KKSS untuk menyelenggarakan sebuah kuliah umum (online).
Kuliah umum yang digelar secara online melalui platform zoon. Inisiatif kolaboratif ini digagas sebagai jembatan antara kurikulum formal di kelas dan wawasan praktis dari para ahli global. "Kami ingin menghadirkan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa, tidak hanya dari buku teks, tetapi juga dari pengalaman langsung para akademisi kelas dunia," ujar Ismail Suardi Wekke, Academic Development Fellowship IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.
Ismail dalam kunjungan ke kampus IAI Nahdlatul Ulama Bangil, sekaligus mengajak pihak IAI NU Bangil untuk turut dalam kolaborasi ini. “Sebuah kehormatan bisa mendapatkan dukungan dari perguruan tinggi NU,” awal Ismail dalam pelaksanaan kuliah umum.
Sinergi Tiga Entitas untuk Pemajuan Pendidikan
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bagaimana sinergi antara tiga pilar di lingkungan pendidikan tinggi dapat menciptakan dampak positif yang signifikan, perguruan, ormawa, dan organisasi kekeluargaan. Ismail menjelaskan bahwa ide ini berawal dari aspirasi mahasiswa yang ingin mendapatkan gambaran kontemporer kecerdasan buatan dengan bermitra kampus luar negeri.
"Kami merasa perlu ada jembatan yang menghubungkan kami dengan para pakar global. Dengan dukungan penuh dari rektorat dan alumni Pesantren IMMIM, ide ini akhirnya terwujud," tuturnya.
Di sisi lain, peran KKSS juga menjadi bagian dalam kolaborasi. Melalui jaringan luas yang mereka miliki, KKSS berhasil memfasilitasi komunikasi dan koordinasi untuk kemudian memungkinkan akses secara luas.
"Kami bersyukur bisa mendapatkan dukungan dari pelbagai pihak. Termasuk dalam menghadirkan peneliti dari Standford University. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus mendukung mahasiswa," kata Andi In’amul, Ketua Umum PB IKAMI Sulsel.
Dalam sesi kuliah umumnya, Mansur Maturidi Arief memaparkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data dilatih sehingga menjadi sebuah instrumen teknologi. Dengan gaya presentasi yang interaktif dan penuh wawasan, Mansur juga memaparkan membagikan studi kasus dari penelitiannya.
Ia juga menekankan pentingnya reachout interdisipliner untuk menyelesaikan tantangan kompleks di masa depan.
"Inovasi tidak hanya tentang teknologi canggih. Itu juga tentang bagaimana kita bisa berkolaborasi lintas disiplin ilmu dan konteks. Ada kesempatan untuk mewujudkan kemajuan melalui kolaborasi," ujar Dr. Mansur Maturidi Arief yang lulusan sarjana ITS..
Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif, di mana para peserta, terutama mahasiswa, antusias mengajukan pertanyaan seputar peran etika dalam pengembangan teknologi. Sesi ini tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga inspirasi bagi para mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan berkontribusi secara global.
Kesuksesan acara ini mendorong pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menjadikan kuliah umum kolaboratif sebagai agenda rutin. Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjajaki kerja sama berkelanjutan dengan Stanford University. "Ini baru permulaan. Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi wadah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi yang berdaya saing global," pungkasnya.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar.

