Konten dari Pengguna

Rektor Universitas PGRI Kalimantan Hadiri Rapat Koordinasi ALPTKSI

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Banjarmasin – Rektor Universitas PGRI Kalimantan (UPK), Dr. Hj. Dina Huriaty, M.Pd., menghadiri Rapat Formatur Pengurus Pusat Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI) pada Kamis (11/9/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan menjadi momen penting bagi pengembangan pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia.

Rapat Formatur Pengurus Pusat ALPTKSI bertujuan untuk melakukan koordinasi program kerja serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus pusat ALPTKSI masa jabatan 2025–2029. Dalam rapat tersebut, Dr. Dina Huriaty dipercaya untuk menjabat sebagai pengurus di Departemen Pengkajian Regulasi dan Kebijakan Pendidikan. Jabatan ini semakin mengukuhkan peran aktif UPK dalam berkontribusi terhadap kebijakan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan posisi perguruan tinggi swasta.

Ketua Umum ALPTKSI, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menjelaskan bahwa SK kepengurusan baru ini ditetapkan berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) yang dilaksanakan pada 29–30 April 2025 di Jakarta. Dalam munas tersebut, dipilih ketua umum dan 28 pengurus harian yang akan memimpin organisasi ini hingga periode berikutnya.

"Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menjalankan program kerja yang telah disepakati. Kami berharap dengan adanya pengurus baru, organisasi ini dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia," ujar Prof. Dr. Sofyan Anif dalam sambutannya.

Dr. Dina Huriaty, yang kini dipercaya memegang peran penting dalam ALPTKSI, menekankan betapa krusialnya posisi asosiasi ini dalam memperjuangkan keberadaan lembaga pendidikan tenaga kependidikan swasta (LPTK) di Indonesia. Dalam pernyataannya, Dr. Dina mengatakan bahwa ALPTKSI berperan sebagai wadah bagi LPTK swasta untuk memiliki kesempatan yang setara dengan perguruan tinggi negeri dalam memberikan kontribusi di bidang pendidikan.

“ALPTKSI hadir untuk memastikan bahwa LPTK swasta memiliki kesempatan yang sama dengan perguruan tinggi negeri dalam berperan serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kami ingin agar perguruan tinggi swasta, khususnya LPTK, diakui lebih luas dan memiliki kepercayaan yang tinggi dari masyarakat,” ungkap Dr. Dina Huriaty dengan penuh semangat.

Dalam diskusinya, Dr. Dina menambahkan bahwa kebersamaan antara seluruh anggota ALPTKSI sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan bersatunya seluruh lembaga pendidikan tenaga kependidikan swasta, kualitas dan citra LPTK swasta di masyarakat akan semakin meningkat. Hal ini akan berdampak positif dalam meningkatkan jumlah peminat serta lulusan yang berkualitas dari LPTK swasta.

“Dengan kolaborasi yang lebih baik antar lembaga pendidikan swasta, kami optimis LPTK swasta akan semakin dihargai dan diberi kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia,” tambah Dr. Dina.

ALPTKSI sendiri merupakan organisasi yang didirikan untuk mengawal kepentingan lembaga pendidikan tenaga kependidikan swasta (LPTK) di Indonesia. Sejak didirikan, ALPTKSI telah berkomitmen untuk mendukung kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan tenaga kependidikan.

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, posisi ALPTKSI sangat penting sebagai perwakilan bagi perguruan tinggi swasta dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait, baik pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan lainnya, maupun masyarakat. Melalui kegiatan seperti Rapat Formatur Pengurus Pusat ini, ALPTKSI berusaha menyusun program-program strategis yang dapat mendorong perkembangan pendidikan tenaga kependidikan swasta ke arah yang lebih baik.

Tantangan dunia pendidikan di Indonesia semakin meningkat, terutama dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah. Perguruan tinggi swasta, khususnya LPTK, harus beradaptasi dengan cepat agar dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. ALPTKSI, di bawah kepemimpinan Dr. Dina Huriaty dan pengurus lainnya, diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan LPTK swasta.

Melalui kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, terutama anggota ALPTKSI, Dr. Dina berharap agar lembaga pendidikan swasta dapat lebih dipercaya dan dihargai oleh masyarakat, serta dapat berkontribusi dalam menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas. “Kami ingin agar masyarakat melihat LPTK swasta sebagai lembaga yang berkomitmen tinggi dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman,” jelas Dr. Dina.

Ke depan, ALPTKSI berharap untuk terus mengembangkan program-program yang dapat memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Dengan adanya pengurus yang lebih terkoordinasi dan terstruktur, diharapkan setiap program yang diusung dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi dunia pendidikan.

“Kerja sama yang baik antara LPTK swasta akan membuka banyak peluang bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan LPTK, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ujar Dr. Dina.

Partisipasi aktif Universitas PGRI Kalimantan (UPK) dalam Rapat Formatur Pengurus Pusat ALPTKSI menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam pendidikan tenaga kependidikan. Dengan menjabat di Departemen Pengkajian Regulasi dan Kebijakan Pendidikan, Dr. Dina Huriaty berperan penting dalam memperjuangkan posisi LPTK swasta di tingkat nasional.

Kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi swasta ini, yang difasilitasi oleh ALPTKSI, diharapkan dapat membawa manfaat besar, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun dalam memperkuat citra LPTK swasta di masyarakat. Dengan dukungan dari semua pihak, kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang tenaga kependidikan, akan semakin meningkat dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Sumber: rri.co.id